Tim Dosen UAD Dorong Dakwah Kreatif melalui Film Pendek

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta bersama tim dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan produksi film pendek bertema nilai keislaman dan kepemimpinan pelajar bagi 20 siswa, dalam dua tahap workshop pada 13 Februari dan 16 Juni 2026.
Tim dosen tersebut terdiri dari Gibbran Prathisara, S.Sn., M.Sn., dan Fitrinanda Annur, S.I.Kom., M.A. dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Bambang Robi’in, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Informatika.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini digagas untuk mengarahkan aktivitas media siswa yang selama ini masih sebatas dokumentasi kegiatan menjadi karya audiovisual yang komunikatif dan sarat pesan. Penyusunan ide cerita, skenario, dan praktik pengambilan gambar menggunakan pendekatan project-based learning.
Selama ini, aktivitas media siswa di sekolah memang cukup aktif, namun sebagian besar masih berupa dokumentasi kegiatan, bukan karya kreatif yang menyampaikan pesan. Padahal, minat siswa terhadap dunia sinematografi dan storytelling terbilang tinggi, sejalan dengan tren generasi muda yang semakin akrab dengan produksi konten digital. Kesenjangan itulah yang mendorong tim pengabdian merancang program pelatihan yang sistematis, bukan sekadar pendampingan sesaat.
“Siswa sebenarnya sudah cukup aktif membuat konten, tetapi arahnya masih dokumentatif. Belum banyak yang berani mengolah ide cerita menjadi karya yang punya pesan moral dan nilai keislaman,” ujar Gibbran.
Pada tahap pertama workshop pengembangan konsep kreatif, siswa dikenalkan pada teknik dasar storytelling dan penulisan skenario, lalu dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merancang ide cerita secara kolaboratif. Hasilnya, peserta berhasil menyusun ide cerita orisinal yang mengangkat tema keislaman dan kepemimpinan pelajar, lengkap dengan draf skenario sebagai bekal produksi.
Empat bulan kemudian, tahap implementasi produksi audiovisual dilaksanakan. Pada tahap ini siswa belajar memecah skenario menjadi shot list, memahami dasar-dasar tata kamera, hingga terjun langsung mempraktikkan pengambilan gambar.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari kepala sekolah dan jejaring alumni IKAMUHA, di samping pendampingan dua guru pembina yang mengawal siswa dari awal hingga akhir program. Selama proses berlangsung, tim pengabdian dan peserta terhubung melalui grup WhatsApp untuk konsultasi produksi, memantau perkembangan tiap kelompok.
Salah satu peserta mengaku baru menyadari bahwa membuat film ternyata tidak sesederhana merekam dengan ponsel. “Ternyata harus ada skenario dulu, shot list, baru syuting. Prosesnya lama tapi seru, apalagi ceritanya juga harus ada pesan baiknya,” ungkap salah satu siswa peserta pelatihan.
Bagi tim pengabdian, capaian ini sejalan dengan semangat Risalah Islam Berkemajuan, yakni inovatif, profesional, dan dedikatif, yang coba ditanamkan lewat setiap tahap produksi. Film pendek dipandang sebagai media dakwah kultural yang relevan dengan cara generasi muda berkomunikasi hari ini.
Sebagai tindak lanjut, sekolah berkomitmen menjadikan produksi film pendek sebagai bagian dari ekstrakurikuler rutin, sehingga siswa dapat terus mengasah keterampilan sinematografi sekaligus kepemimpinan mereka setiap tahun. Tim pengabdian turut membuka peluang kolaborasi lanjutan, termasuk kemungkinan menggelar kompetisi film antarsekolah Muhammadiyah di masa mendatang.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh LPPM UAD. Hal ini sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat literasi media dan karakter pelajar di lingkungan sekolah Muhammadiyah. (Mei)
