Konten dari Pengguna

Konsep Kurikulum Dan Pembelajaran Dalam Pendidikan, STKIP Muhammadiyah Kuningan

Universitas Muhammadiyah Kuningan

Universitas Muhammadiyah Kuningan

Publikasi di Universitas Muhammadiyah Kuningan, www.umkuningan.ac.id, IG @umkuningan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Kuningan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Ilustrasi: Konsep Kurikulum Dan Pembelajaran Dalam Pendidikan, STKIP Muhammadiyah Kuningan
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Ilustrasi: Konsep Kurikulum Dan Pembelajaran Dalam Pendidikan, STKIP Muhammadiyah Kuningan

UPMK - STKIP Muhammadiyah Kuningan,Berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) Kurikulum Merdeka Belajar diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melaksanakan pemulihan pembelajaran dengan jangka waktu 2022-2024. Kurikulum ini dijadikan opsi karena akibat Pandemi Covid-19 yang berdampak besar terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Di mana pada pandemi tersebut proses belajar-mengajar harus dilaksanakan secara daring guna mengurangi risiko menyebarnya infeksi virus Corona yang melanda dunia. Oleh karena itu, terdapat revisi kurikulum yaitu Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan) agar proses belajar-mengajar tetap efektif.

Kurikulum Merdeka tidak seperti kurikulum yang telah ada sebelumnya, kurikulum ini dilakukan dalam pembelajaran yang intrakurikuler yang beragam sehingga peserta didik memiliki waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi dikarenakan pembelajaran yang lebih optimal. Dengan adanya kurikulum ini guru dibebaskan untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Dalam implementasinya sendiri, Kurikulum Merdeka memiliki tiga jalur yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi dari masing-masing satuan pendidikan, yaitu:

Berikut Pembahasan Kurikulum Dan Pembelajaran

1. Mandiri Belajar

Pilihan mandiri belajar akan memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan kurikulum merdeka. Beberapa bagian atau prinsip-prinsipnya saja tanpa mengganti kurikulum yang sedang diterapkan pada satuan PAUD, Kelas 1, Kelas VII, dan Kelas X.

2. Mandiri Berubah

Jalur kedua akan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, Kelas 1, Kelas VII, dan Kelas X.

3. Mandiri Berbagi

Sementara yang ketiga, sekolah bisa mengembangkan sendiri perangkat ajar dalam proses penerapan kurikulum merdeka.

Jalur ini juga memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan kurikulum merdeka dengan mengembangkan sendiri perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, Kelas 1, Kelas VII, dan Kelas X.

Kurikulum ini memiliki karakteristik di mana pembelajarannya berbasis proyek untuk pengembangan soft skills, fokus pada materi esensial, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran, sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numeris.

Karakteristik tersebut dapat memberikan keunggulan dalam menerapkan kurikulum ini pada proses belajar-mengajar. Kurikulum ini menjadi lebih sederhana dan mendalam yang berfokus pada materi yang esensial sehingga persetan didik dapat belajar lebih mendalam dan terkesan tidak terburu-buru. Karena dalam melakukan pembelajaran ini guru lebih fleksibel dan dapat menerapkan bahan saja sesuai dengan karakteristik peserta didiknya maka pembelajaran akan lebih menyenangkan untuk diikuti dan lebih efektif. Kurikulum ini juga dalam prosesnya dilakukan melalui kegiatan proyek sehingga memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual yang ada di sekitarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya kurikulum ini guru dapat lebih leluasa untuk memilih perangkat apa saja yang akan digunakan untuk mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat serta karakteristik yang dimiliki oleh peserta didik yang diajar olehnya. Selain itu pada kurikulum ini sekolah maupun lembaga pelaksanaan diberikan peranan dalam memiliki peranan untuk membuat sebuah rencana baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan SDM Guru dengan memberikan pelatihan, Pelatihan tersebut mulai dari tingkat pemahaman terhadap kurikulum, konsep dan juga tahap implementasinya. Termasuk adanya sebuah praktik nyata yang dilaksanakan oleh guru. Sehingga bukan hanya pengetahuan saja yang menjadi output, namun juga pemahaman aplikatif. Tidak hanya bagi guru, peserta didik juga dapat menjadi lebih aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran.

Kurikulum merdeka belajar telah diterapkan di banyak satuan pendidikan di Indonesia. Dalam menerapkan suatu mekanisme baru, pastinya akan menimbulkan dampak yang dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Penerapan kurikulum merdeka ini juga menimbulkan dampak yang dirasakan oleh siswa, guru, dan juga tenaga kependidikan lainnya. Dampak yang dirasakan ini pun terbagi menjadi dua, dampak positif dan dampak negatif.

Dampak positif yang dirasakan oleh siswa diantaranya yaitu perubahan pada pembelajaran siswa. Dalam kurikulum merdeka siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan minat belajarnya, hal ini bertujuan untuk membentuk siswa dengan jiwa kompetensi dan karakter yang baik. Selain itu, kurikulum merdeka ini juga berefek terhadap keaktifan siswa dalam belajar. Siswa akan kesulitan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang hanya menjadi catatan dan ditentukan oleh kurikulum. Hal ini dikarenakan kurikulum semacam ini hanya berpacu pada target angka saja dan siswa sering kali merasa terbebani dengan target angka tersebut. namun pada kurikulum merdeka ini, siswa bukan hanya berfokus pada target angka, melainkan setiap murid memiliki kesempatan untuk mendalami segmen lain, misalnya karakter, pola berpikir, hingga proses pengambilan keputusan yang dibutuhkan untuk menjadi sosok yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Dari segi guru, kurikulum merdeka ini memiliki keterkaitan yang positif dengan pengembangan potensi guru dan juga platform merdeka mengajar. Hal ini dilihat dari adanya program Guru Penggerak dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dengan lahirnya pendidik yang berkualitas akan dapat mengembangkan serta menjaga kurikulum merdeka menjadi baik dan semakin baik lagi.

Kurikulum merdeka memang memiliki banyak manfaat, namun disamping itu juga terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penghambat. Bagi siswa yang memang memiliki semangat dan minat belajar tinggi serta pemahaman yang cukup, kurikulum ini menjadi peluang besar untuk mendapatkan ilmu di bidang yang lain, sehingga memiliki ilmu dan pengalaman yang luas.

Namun, untuk siswa yang kurang memiliki motivasi atau kesulitan dalam memahami pelajaran akan merasa terbebani dengan adanya kurikulum ini.siswa akan merasa tidak nyaman dan mungkin malah tidak mau menjalankan tugas lintas pelajaran. Memang sangat sulit untuk membangunkan minat dan semangat belajar siswa, namun hal ini tetap menjadi PR bagi tenaga dan bahkan penyenggara pendidikan.

Dari pemaparan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa seperti apapun manusia menciptakan, mendesain dan mengembangkan suatu kurikulum pasti ada yang namanya pro dan kontra. Sehingga kita harus selalu belajar, memahami, dan mengadaptasi apa yang dimaksud dalam suatu kurikulum. Karena sejatinya kurikulum diciptakan untuk kepentingan anak bangsa, pastinya ada hal-hal baik yang sedang berusaha untuk disampaikan, dan nantinya diharapkan dapat membawa bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Berita Lainnya.

Universitas Muhammadiyah Kuningan

http://news.upmk.ac.id/

http://upmk.ac.id/

Sumber: Deliya Anitiara Rufikah

Editor: Tria Sutriana (SDI)