Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UM Surabaya Ciptakan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Pisang

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya)

Tim Jurnalis UM Surabaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Produk pupuk organik limbah kulit pisang inovasi mahasiswa KKN UM Surabaya (Dok/foto/Humas).
zoom-in-whitePerbesar
Produk pupuk organik limbah kulit pisang inovasi mahasiswa KKN UM Surabaya (Dok/foto/Humas).

Mahasiswa KKN Dusun Tugu Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang 2022 menciptakan inovasi baru dengan membuat produk pupuk organik cair yang berbahan dasar limbah kulit pisang, pupuk organik lisang (Limbah Kulit Pisang) merupakan pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan mudah produksinya.(30/8/22)

Pupuk organik dari limbah kulit pisang ini memiliki berbagai kelebihan yaitu menjadikan sumber makanan bagi mikrooganisme, lebih ramah lingkungan, mengurangi sampah yang ada pada lingkungan, pengaplikasianya sangat mudah juga tidak membutuhkan biaya yang cukup mahal, dan dapat digunakan sebagai pupuk dasar tanaman, yang bersifat release dan memiliki banyak kandungan hara.

Cara pembuatan pupuk organik dari limbah kulit pisang ini juga sangat mudah dan sederhana, untuk alatnya sendiri adalah tong plastik, gunting, botol semprot, dan saringan. Untuk bahanya sendiri ialah cukup dengan limbah kulit pisang dan air bekas cucian beras.

Hal yang menjadi latar belakang dalam membuat pupuk dari limbah pisang ini dikarenakan di Desa Burno Lumajang terkenal sebagai sentra penghasil kripik pisang. Banyaknya pisang yang di olah tentu menghasilkan limbah kulit pisang yang cukup banyak juga, namun pemanfaatan dari limbah kulit pisang ini belum dilakukan secara maksimal.

‘’Hal ini menjadi sorotan kami untuk mengubah limbah kulit pisang menjadi pupuk oraganik cair, yang dimana tujuanya di ciptakanya pupuk limbah pisang ini untuk mengurangi limbah kulit pisang di desa tersebut’’ ujar Uslifatul ketika wawancara.

Pemanfaatan dari limbah kulit pisang yang di jadikan sebagai pupuk organik cair ini adalah untuk mengurangi populasi limbah kulit pisang yang terbuang sia-sia atau kurang di manfaatkan oleh masyarakat di desa Burno Lumajang.

Inovasi ini juga menambah kesadaran tentang pengelolaan limbah yang dimana bisa dimulai dari lingkungan sekitar masyarakat. Selain itu, dari limbah kulit pisang ini dapat menghasilkan pupuk yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk kimia juga sangat bermanfaat untuk para petani.