Ikan Betutu, Si Malas yang Mendunia

Partner 1001 Media Online kumparan
Tulisan dari Urban Id tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin banyak masyarakat yang bertanya-tanya kenapa Ikan Betutu sangat terkenal disebut dengan sebutan si pemalas. Seperti dicerminkan oleh namanya, ikan tersebut memang begitu malas, tepatnya malas bergerak atau berpindah tempat.
Bagaimana tidak disebut pemalas, karena setelah ikan dengan nama latin oxyeleotris marmorata melahap makanannya, ikan bertubuh kecil sampai sedang dengan kepala yang besar ini akan diam selama berjam-jam tanpa bergerak.
Terkenal juga sebagai ikan pancing maupun ikan konsumsi tersebut, ikan ini bergerak hanya untuk mencari makan dan itupun hanya mengejar mangsa yang lewat didepannya. Ikan ini pun cenderung diam saja di dasar perairan, sekalipun diusik. Hanya di malam hari Ikan Betutu ini agak aktif.
Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak ocellus atau bulat di pangkal ekornya, daging ikan ini ternyata enak dan lembut.
Meski sifat ikan yang suka memburu udang, ikan-ikan kecil, dan siput air tersebut pemalas, Ikan Betutu ini kini dilirik hingga luar negeri. Diantaranya ke Singapura, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.
Mendengar nama Ikan Betutu, Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan (SKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang, Sugeng Prayogo langsung menyebut memang benar-benar malas sifatnya. Namun, jangan salah di luar negeri ikan ini bisa berharga sangat mahal. Ikan betutu bisa mencapai harga lebih dari Rp100 ribu per kilogram-nya.
"Dipercaya mengadung beberapa khasiat yang baik bagi kesehatan, seperti merawat kecantikan, menambah vitalitas dan penyembuh bekas luka karena kandungan albumin yang tinggi," ikan ini sekarang menjadi buruan untuk di ekspor keluar negeri," kata Sugeng, Selasa (5/2/2019).
Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Perwakilan Palembang juga menyebut jika ekspor Ikan Betutu tersebut mengalami peningkatan. Mayoritas Ikan Betutu yang di ekspor keluar negeri merupakan hasil tangkapan dari perairan umum di Provinsi Sumatera Selatan.
Ikan ini sekarang menjadi buruan untuk di ekspor keluar negeri
Peningkatan ekspor ikan ini sangat menggembirakan, kata Sugeng, karena secara langsung akan berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha perikanan mulai dari pencari, pengumpul, dan eksportir.
Namun, masih kata dia, hasil tangkapan sifatnya sangat terbatas. Untuk itu, kedepan diharapkan masyarakat mulai menggalakan budidaya ikan tersebut, sehingga terjaga kelestariannya.
"Memang dalam budidaya, Ikan Betutu ini memakan waktu yang cukup lama, namun semua akan terbayarkan pada saat panen dengan harga yang sangat mahal per kilogram-nya," kata Sugeng. (rinor)
