10 Fakta Kasus Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang

Konten Media Partner
17 April 2021 17:20
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pelaku Jason saat diamankan di Mapolrestabes Palembang. (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku Jason saat diamankan di Mapolrestabes Palembang. (foto: istimewa)
ADVERTISEMENT
Jason Tjakrawinata (38 tahun), ditangkap polisi karena melakukan tindak penganiayaan terhadap CHR (27 tahun), seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang.
ADVERTISEMENT
Kasus ini pun viral di media sosial setelah videonya diunggah oleh sejumlah akun publik baik di Instagram maupun Facebook. Berikut ini sejumlah fakta yang dirangkum dalam kasus tersebut:
1. Infus yang dilepas
Berawal dari anak pelaku yang berusia 2 tahun diperbolehkan pulang pada Kamis (15/4). Saat itu perawat melepas selang infus dari tangan pasien lalu membalutnya dengan plester dan kapas alkohol.
Lalu, pasien yang aktif kemudian digendong oleh ibunya. Namun plester bekas infus yang ada di tangannya terlepas sehingga mengeluarkan darah. Kondisi itu dengan sigap langsung ditangani oleh perawat.
2. Ibu pasien panik dan menghubungi suaminya
Meski sudah mendapatkan penanganan, ibu pasien tersebut tetap panik dengan berteriak dan komplain kepada pihak rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Selain itu, yang bersangkutan juga langsung menghubungi suaminya. Beberapa saat kemudian, ayah pasien yang juga merupakan pelaku tiba di rumah sakit.
3. Pelaku aniaya perawat
Diduga tak terima dengan kejadian yang dilaporkan istrinya, pelaku kemudian menanyakan keberadaan perawat yang melepas infus anaknya.
Meski sudah diampingi pihak rumah sakit lain. Namun, emosi pelaku sudah memuncak dan langsung saja menganiaya perawat tersebut. Pelaku diketahui menendang dan menjambak rambut perawat tersebut hingga membuatnya terjatuh ke lantai.
4. Perawat melapor polisi
Setelah kejadian itu, korban mengalami luka memar di tubuhnya. Oleh karena itu kemudian memutuskan melaporkan kasus ini ke Polrestabes Palembang.
Selain itu, korban menjalani perawatan medis karena mengalami sejumlah memar atas penganiayaan yang dialaminya.
ADVERTISEMENT
5. Video penganiayaan viral di media sosial
Satu hari setelah kejadian, tepatnya Jumat (16/4). Video kasus penganiayaan keluarga pasien terhadap perawat RS Siloam Palembang itu pun viral.
Sejumlah akun publik di Instagram mengunggah video kejadian tersebut. Hal ini pun mendapatkan berbagai macam respon dari netizen.
Tak lama, manajemen RS Siloam pun menyatakan sikap jika perawat mereka sudah menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Ketua PPNI Sumsel, Subhan Haikal saat mengunjungi korban. (foto: Ig peduli perawat Palembang)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PPNI Sumsel, Subhan Haikal saat mengunjungi korban. (foto: Ig peduli perawat Palembang)
6. Pelaku ditangkap polisi
Setelah melakukan penyelidikan atas laporan tersebut, tim dari Sat Reskrim Polrestabes Palembang akhirnya menangkap pelaku Jason Tjakrawinata (38 tahun) di Kayuangung, Kabupaten OKI, pada Jumat (16/4) malam.
7. Pelaku menyesal dan minta maaf
Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Menurutnya, tindak penganiayaan itu dilakukan karena emosi atas peristiwa yang dialami anaknya.
ADVERTISEMENT
Pelaku pun mengaku menyesali perbuatannya, dan meminta maaf kepada korban maupun pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang.
8. Terancam 2 tahun penjara
Atas hal itu pelaku akan dijerat polisi dengan pasal 351 KUHP tentang tindak penganiayaan dengan ancaman pidana 2 tahun penjara.
"Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan akan diancam penjara selama 2 tahun," kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra.
9. PPNI kecam aksi kekerasan terhadap perawat
Ketua Persatuan Perawat Seluruh Indonesia (PPNI) Sumsel, Subhan Haikal, pun turut memberikan dukungan terhadap korban. Selain itu, PPNI juga mengecam aksi kekerasan terhadap perawat tersebut.
10. Berdarah saat infus dicabut merupakan hal biasa
Dokter di Dinkes Kota Palembang, dr Mirza Susanty, menyebut berdarah saat selang infus di cabut adalah hal biasa karena yang ditusuk merupakan pembuluh darah.
ADVERTISEMENT
Namun, hal itu bisa diatasi setelah diberikan kapas alkohol dan plester. Setelah itu, pendarahan akan terhenti dan yang melakukannya tentu merupakan perawat yang telah berpengalaman.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020