Konten Media Partner

20 Ribu Kendaraan dari Jawa Diprediksi Memasuki Palembang

27 Maret 2025 14:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kendaraan dari pulau Jawa hendak keluar dari Gerbang Tol Keramasan menuju Palembang. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan dari pulau Jawa hendak keluar dari Gerbang Tol Keramasan menuju Palembang. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
ADVERTISEMENT
Puncak arus mudik 2025 diprediksi terjadi pada Jumat 27 Maret 2025, dengan sekitar 20.000 kendaraan dari Pulau Jawa memasuki Palembang melalui Gerbang Tol Keramasan. Pemudik berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Pantauan Urban Id di lokasi menunjukkan arus kendaraan mulai meningkat. Meski begitu, kondisi di Gerbang Tol Keramasan masih terpantau ramai lancar. Petugas kepolisian bersama tim Waskita Sriwijaya Tol sigap mengatur lalu lintas guna menghindari penumpukan kendaraan. Kepala Gerbang Tol Keramasan, Sumarno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menambah jumlah gardu exit dari dua menjadi enam untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama dari arah Kayuagung-Palembang. "Total ada enam gardu exit yang dioperasikan selama arus mudik. Penambahan ini sudah diterapkan sejak H-10 dan akan berlangsung hingga H+10 Lebaran," jelasnya, Kamis (27/3/2025).
ADVERTISEMENT
Suasana polisi saat mengatur lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol Keramasan Palembang. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Suasana polisi saat mengatur lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol Keramasan Palembang. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
Pada tahun 2024, sekitar 18.000 kendaraan melintas di tol ini saat puncak arus mudik. Namun, tahun ini jumlah tersebut diperkirakan meningkat sebesar 3 persen, mencapai 20.000 kendaraan. "Dengan adanya peningkatan ini, kami memastikan layanan di Gerbang Tol Keramasan tetap optimal agar pemudik dapat melintas dengan nyaman," tambah Sumarno. Untuk mendukung kelancaran arus mudik, kendaraan truk non-pangan dilarang melintas selama periode Lebaran. Kebijakan ini sesuai dengan aturan dari Kementerian Perhubungan guna mengurangi kepadatan di jalan tol. "Hanya kendaraan logistik sembako dan BBM yang diperbolehkan melintas selama arus mudik," tegasnya.