Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Fakta Masjid Sultan Mahmud Badaruddin, Ikon Kota Palembang

Urban Idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang berdiri megah di tengah jantung kota Palembang, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang berdiri megah di tengah jantung kota Palembang, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id

Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo merupakan salah satu ikon kota Palembang yang menyimpan sejarah di masa Kesultanan Palembang Darussalam. Masjid yang berlokasi di jantung kota palembang tersebut, mengalami banyak perubahan secara fisik bangunan hingga perubahan nama. Berikut fakta-fakta sejarah di balik berdirinya Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

  1. Masjid Agung mulanya dinamakan Masjid Sultan.

Berlokasi di tengah kota Palembang, masjid yang menjadi titik nol Jalan Sudirman tersebut diberi nama Masjid Sultan, sesuai dengan peletakan batu pertama tahun 1738, dan peresmiannya pada hari Senin tanggal 28 Jumadil Awal 115 H atau 26 Mei 1748.

Gerbang masuk kedalam masjid dengan corak bangunan ala Eropa, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id
  1. Didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo

Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo merupakan bagian dari sejarah di masa Kesultanan Palembang Darussalam, dan menjadi masjid tertua di kota Palembang. Masjid ini didirikan langsung oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo pada tahun 1738.

Ruang tengah masjid yang merupakan bangunan tambahan semenjak berdirinya Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id
  1. Dibangun selama 10 Tahun

Pembangunan masjid yang menjadi ikon kota Palembang ini memakan waktu hingga 10 tahun, dan secara resmi digunakan sebagai tempat ibadah masyarakat kota Palembang pada tanggal 28 Jumadil Awal 1161 H atau 26 Mei 1748 M. Masjid ini berada di utara Istana Kesultanan Palembang, di belakang Benteng Kuto Besak yang berdekatan dengan aliran sungai Musi. Secara administratif, terletak di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, tepat di pertemuan Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat kota Palembang.

Tekstur kubah masjid bercorak Eropa yang membuat masjdi ini lebih terlihat megah, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id
  1. Saksi sejarah perlawanan terhadap Belanda

Pada tahun 1819 dan 1821 dilakukan pemugaran masjid akibat peperangan besar yang terjadi selama 5 hari dan 5 malam di kota Palembang. Perbaikan masjid dilakukan saat pemerintahan Hindia Belanda. Pemerintah Hindia Belanda mengganti atap genteng menara masjid dengan atap sirap (terbuat dari lembaran kayu) serta tinggi menara ditambahkan dengan adanya beranda melingkar.

Seorang jamaah masjid yang melintas disebuah ruangan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id
  1. Memiliki gaya arsitektur dari campuran 3 negara

Masjid Sultan dirancang oleh seorang arsitek dari Eropa. Masjid ini dipengaruhi oleh 3 arsitektur yakni Indonesia, China, dan Eropa. Bentuk arsitektur Eropa terlihat dari pintu masuk dan jendela di gedung baru masjid yang besar dan tinggi. Material bangunan seperti marmer dan kaca diimpor langsung dari Eropa. Sedangkan, arsitektur China dilihat dari masjid utama yang atapnya menyerupai kelenteng.

Gaya khas arsitektur nusantara adalah pola struktur bangunan utama berundak tiga dengan puncaknya berbentuk limas. Undakan ketiga yang menjadi puncak masjid atau mustaka berukiran bunga tropis. Pada bagian ujung mustaka terdapat mustika berpola bunga merekah. Bentuk undakan bangunan masjid dipengaruhi bangunan dasar candi Hindu-Jawa, yang kemudian diserap Masjid Agung Demak.

Ujung menara berbentuk kerucut seperti tumpeng. Tumpeng atau bentuk gunungan dalam kebudayaan nusantara mempunyai makna yang berarti hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan alamnya, dan manusia dengan sesama manusia. (abp)

Salah satu bangunan lama yang masih dipertahankan oleh pengurus Masjid SMB I Jayo Wikramo, Senin (13/5) Foto: abp/Urban Id
Taman yang dibangun didepan Masjid SMB I Jayo Wikramo menjadi tempat bersantai para pengunjung yang datang ke masjid ini, Senin ( 13/5) Foto: abp/Urban Id