Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Tips Membuat Site Plan Kawasan Perumahan

Urban Idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perumahan. (foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perumahan. (foto: Shutterstock)

Jika ditemukan dengan perencanaan kawasan perumahan lebih dari 2.500 meter persegi (0,25 hektare), maka perencanaan awal atau site plan harus direncanakan dengan seksama.

Dalam artikel kali ini, Urban Id bersama dengan Praktisi Properti, Novrizal Handoko memberikan sejumlah tips yang harus diperhatikan dalam membuat site plan;

  1. Perhatikan advice planning atau ketetapan rencana kota

Dari advice planning ini akan muncuk berapa ukuran:

  • Garis sempadan bangunan (GSB)

  • Daerah milik jalan (DMJ)

  • Koefesien dasar bangunan (KDB)

Ilustrasi site plan. (Do. Bangun Semesta)

Ukuran yang dikeluarkan pemerintah setempat inilah, kita dapat menghitung berapa jarak mundur dari jalan utama dan juga berapa pembagian komposisi antara bangunan dan infra struktur.

  1. Perhatikan arah matahari terbit

Hal ini diperlukan agar semaksimal mungkin kavling rumah yang akan dibuat mendapatkan matahari pagi dan terhindar dari matahari sore karena ini akan sangat berpengaruh pada sirkulasi cahaya dan udara.

Banyak perencana mengatasi hal ini dengan membuat matahari terbit datang dari arah samping rumah sehingga semua kavling tidak langsung mendapatkan matahari sore.

  1. Perhatikan bentuk tanah

Dalam menentukan titik awal pastikan yang diolah pertama kali adalah dari lahan yang bentuknya mendekati simetris. Hal ini bertujuan agar efektivitas lahan dan kavling yang terbentuk bisa dibuat sejajar dan luas yang tipikal per cluster.

  1. Rencanakan tipe luas kavling yang akan dibuat

Biasanya perencana akan membuat tipe besar yang nantinya dijual lebih mahal berada di depan dan mendekati main gate atau fasilitas.

  1. Tentukan fasilitas yang akan disediakan

Selain main gate yang mewah perencana biasanya menyediakan fasilitas berupa taman:

a. Taman bermain

b. Lapangan olahraga

c. Club house

d. Kolam renang

e. Sarana ibadah

Beberapa pertimbangan seperti memanfaatkan area yang tidak simetris dan sirkulasi lalu lintas dijadikan bahan untuk menentukan lokasi fasilitas tersebut.

  1. Perhatikan sirkulasi jalan

Biasanya sebelum site plan terbentuk akan dibuat block plan terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk menentukan posisi jalan dalam kawasan agar deret kavling tidak panjang dan jenuh juga membuat sirkulasi lalu lintas yang nyaman.

  1. Perhatikan elevasi dan arah buangan air atau saluran primer

Drainase kawasan harus direncanakan dengan seksama hal ini agar mengurangi risiko banjir, awalnya perencana pasti akan mencari ketinggian muka air tertinggi sebagai dasar perencanaan penentuan elevasi dan drainase.

Bagi yang berkeinginan konsultasi seputar properti, Anda dapat mengirimkan pertanyaan ke redaksi Urban Id melalui email urbanid2018@gmail.com.