Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ada Ulat di Menu MBG Siswa SD 8 Kayu Agung, Sekolah Hentikan Makan Siang

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)/Dokumen Kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)/Dokumen Kumparan.

Suasana belajar di SDN 8 Kayu Agung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel mendadak geger setelah beberapa siswa menemukan ulat kecil di dalam menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Selasa (23/9/2025). Insiden ini pertama kali diketahui oleh Salsabila Azzahra, siswi kelas 5, saat hendak menyantap lauk telur bercampur saus tomat.

“Ada ulat belatung kecil, jumlahnya banyak dan masih bergerak di lauk telur,” kata Salsabila.

Temuan tersebut sontak membuat para siswa panik. Belasan anak lain di kelas yang sama juga melaporkan hal serupa pada ompreng mereka. Bahkan, seorang siswa sempat terlanjur menyantap sebagian lauk sebelum menyadari keberadaan ulat. Beruntung, ia segera menghentikan makannya setelah diberi tahu teman-teman.

Kepala SDN 8 Kayu Agung, Tristaminah, menegaskan pihak sekolah langsung bertindak cepat dengan menarik seluruh porsi makanan dari kelas untuk mencegah konsumsi lebih lanjut.

“Semua menu yang bermasalah langsung kami kembalikan ke pihak katering. Syukurlah, tidak ada siswa yang sakit akibat insiden ini,” ujarnya.

Penampakan ulat di MBG SDN 8 Kayu Agung, OKI. Foto : Istimewa

Tristaminah menambahkan, sejak program MBG berjalan di sekolahnya sekitar lima bulan lalu, baru kali ini ditemukan kejadian semacam ini. Dari total 115 siswa penerima MBG, kasus hanya muncul di kelas 5.

“Kami berharap penyedia makanan bisa lebih ketat menjaga kebersihan agar anak-anak bisa makan dengan nyaman,” katanya.

Menanggapi insiden ini, Kepala SPPG Kayu Agung, Bramjaya, memastikan akan melakukan penyelidikan bersama Satgas MBG OKI. Jika terbukti ada kelalaian, pihak katering bakal mendapat sanksi tegas.

“Kami apresiasi pihak sekolah yang sigap bertindak sehingga tidak ada korban. Ke depan, kami akan perketat pengawasan agar hal serupa tidak terulang,” tegasnya.