News
·
28 Maret 2021 13:45

Arkeolog Temukan Bungker Jepang di Pulau Kemaro Palembang

Konten ini diproduksi oleh Urban Id
Arkeolog Temukan Bungker Jepang di Pulau Kemaro Palembang (161410)
Bungker peninggalan Jepang yang ditemukan di Pulau Kemaro Palembang. (foto: Dok. Balai Arkeologi Sumsel)
Tim peneliti dari Balai Arkeologi Sumsel menemukan bungker peninggalan Jepang di Pulau Kemaro, Palembang. Selain itu, juga ditemukkan sejumlah benda peninggalan lainnya sejak abad ke-17 Masehi.
ADVERTISEMENT
Peneliti Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti, mengatakan penemuan sejumlah bangunan dan benda bersejarah itu berdasarkan hasil survei arkeologi yang dilakukan sejak 25 Maret 2021 di Pulau Kemaro.
"Bungker masa pendudukan Jepang itu ditemuan di bagian barat laut pulau. Tim juga menemukan landasan meriam dan dermaga kuno di lokasi itu," katanya, Minggu (28/3).
Menurutnya, survei arkeologi di Pulau Kemaro ini dengan tujuan untuk mengetahui tinggalan arkeologi di dalamnya. Survei dilakukan dengan cara melakukan penyelusuran areal sebelah selatan pulau dari ujung paling barat (kawasan Kelenteng/Pagoda) sampai ujung timur.
"Penyelusuran yang dilakukan dengan berjalan kaki dan mengamati keadaan permukaan tanah," katanya.
Selain peninggalan masa pendudukan Jepang itu, juga ditemukan sejumlah benda lainnya. Seperti; pecahan keramik China dari masa Dinasti Yuan (1271-1368 M), Dinasti Ming (1368-1644 M), dan Dinasti Qing (1644-1912 M).
ADVERTISEMENT
Kemudian pecahan tembikar, botol-botol kaca utuh, pecahan botol, umpak tiang bangunan, pecahan bata, spesi, pecahan genting, pecahan ubin, dan wastafel.
"Temuan pecahan keramik tersebut ditemukan pada areal setelah Bungalow sampai ujung timur Pulau Kemaro," katanya.
Berdasarkan pertanggalan relatif dari pecahan keramik dapat diketahui, bahwa Pulau Kemaro mulai digunakan sejak masa Kraton Kutogawang sampai masa kolonial Belanda.
"Untuk sementara dapat diduga bahwa Pulau Kemaro telah dihuni manusia sejak abad ke-17 sampai masa kemerdekaan," katanya.
Kronologi sejarah pulau ini dimulai sejak masa pengaruh Islam, masa kolonial Belanda (dan Inggris), pendudukan Jepang, masa Gestapu/PKI (masa Orla), Orba sampai sekarang.