Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bawaslu Sumsel Temukan Indikasi Kecurangan Pemilu di 2 Daerah

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemungutan suara di TPS. Foto: Anggi Dwiky/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemungutan suara di TPS. Foto: Anggi Dwiky/kumparan

Sejumlah laporan pelanggaran serius terjadi di Pengawasan Tempat Pemungutan Suara (PTPS) telah diterima Bawaslu Sumsel. Terdapat dua daerah yakni Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, menyebutkan dua daerah tersebut ditemukan pelanggaran karena adanya pemilih mencoblos surat suara lebih dari sekali di beberapa TPS, setelah hasil pendataan yang dilakukan KPPS dan PTPS ketika pemilih itu mendaftar menyalurkan hak suaranya.

"Kita temukan permasalahan agak serius di Muba dan Muratara, dugaan sementara mencoblos lebih dari sekali. Indikasinya masih proses," kata dia, Kamis 15 Februari 2024.

Adapun temuan yang terjadi di 3 TPS di antaranya 2 TPS di Sekayu, Muba dan 1 TPS di Muratara. Saat ini, pihaknya masih menunggu kajian dari temuan tersebut.

"Dari hasil temuan ini kami menunggu kajian, " kata dia.

Selain itu pelanggaran, Bawaslu Sumsel juga menemukan semrawutnya logistik surat suara yang hampir terjadi di seluruh wilayah Sumsel. Namun, hal itu disebutnya telah diselesaikan dengan melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU).

"Masalah logistik yang masih berantakan, hampir terjadi di seluruh daerah di Sumsel. Beberapa sudah diselesaikan, tapi beberapa lainnya masih dikaji seperti di Palembang, Muba dan Muratara untuk dilakukan PSU," ungkapnya.

Kurniawan menyebut, masih akan berkoordinasi dengan Panwascam, Bawaslu di wilayah tersebut terkait hasil temuan-temuan tersebut. Termasuk tindaklanjut dengan KPU.

"Posko pengaduan kita tetap buka hingga selesai rekap secara nasional. Posko ada di Pamwascam di kecamatan. Saat ini kita masih menunggu hasil pemungutan, karena masih ada yang belum selesai," kata dia.