Berhubungan Badan Tapi Tidak Dibayar, Pemuda Bunuh Waria di Lubuklinggau
ยทwaktu baca 2 menit

Maryanto alias Rian (27 tahun), pemuda di Kota Lubuklinggau, Sumsel, ini ditangkap polisi karena melakukan pembunuhan terhadap seorang waria bernama Samsudin alias Mak Tary (43 tahun).
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi, melalui Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara, mengatakan kasus pembunuhan ini terungkap berawal dari korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di salon miliknya di Jalan Raya Perumnas Rahma, Kelurahan Perumnas Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Kamis (25/8).
"Saat itu saksi Rosmaini dan Marita datang ke salon untuk mengambil baju yang dipinjam oleh korban," katanya Jumat (2/9).
Namun, salon korban ternyata terkunci gembok dari luar. Saksi lalu memanggil-manggil serta menghubungi handphone korban tapi tak kunjung diangkat. Keduanya, lalu mencium bau busuk dari dalam salon tersebut.
"Saksi lalu memanggil warga dan ketua RT setempat. Lalu bersama petugas kepolisian membuka paksa salon tersebut. Saat itu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan lima luka tikaman di tubuhnya," katanya.
Robi bilang, berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP, petugas lalu mendapati identitas pelaku pembunuhan tersebut yang mengarah ke Maryanto. Untuk selanjutnya dilakukan pengejaran.
"Maryanto ini sempat kabur ke wilayah Bengkulu dan Padang, ia berpindah-pindah tempat persembunyian untuk menghindari kejaran petugas," katanya.
Hasilnya, petugas berhasil menangkap Maryanto di sebuah kontrakan di kawasan Pasar Embacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumbar, pada Rabu (31/8) sekitar pukul 19.30 WIB.
"Namun saat petugas melakukan pengembangan guna pencarian barang bukti Maryanto ini berusaha kabur sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan melepaskan tembakan di kaki," katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Maryanto mengaku telah membunuh korban. Hal itu didasari rasa sakit hati karena tidak dibayar setelah ia disodomi korban sebanyak 5 kali dan juga bekerja sebagai asisten rias dan rumah tangga.
"Motifnya sakit hati, karena korban berjanji akan membayar Maryanto. Tapi setelah sekian lama tak kunjung dibayar. Hal itu membuatnya nekat membunuh korban," katanya.
Sementara itu, Maryanto alias Rian mengaku selama ini memang tinggal bersama korban membantu bersih-bersih mengurus salon, dan menjadi asisten rias. Ia juga sudah 5 kali disodomi oleh korban.
"Janjinya akan dibayar Rp 300 ribu setiap satu kali perbuatan itu dilakukannya. Lalu untuk upah asisten rias Rp 50 ribu. Tapi tak kunjung dibayar juga," katanya.
