BKSDA Sumsel Lepas Liarkan 65 Satwa Hasil Selundupan ke Habitat Asalnya
ยทwaktu baca 2 menit

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel mengembalikan 65 satwa dilindungi asal Indonesia timur ke habitatanya. Satwa ini merupakan hasil pengungkapan kasus penyelundupan satwa di Palembang.
Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnubarata, mengatakan 65 satwa dilindungi itu akan dikembalikan ke habitatnya di 3 wilayah. Yakni; Papua, Papua Barat, dan Maluku.
"Satwa-satwa ini awalnya akan diselundupkan melalui pasar gelap menuju Thailand. Makanya kita kembalikan melalui Terminal Kargo Bandara SMB II Palembang," katanya, Selasa (5/10).
Awalnya BKSDA bersama Polda Sumsel mengamankan 114 ekor satwa yang akan diselundupkan. Namun, dari jumlah itu 38 ekor sudah mati dan 11 ekor lainnya dalam kondisi sakit.
"11 satwa yang sakit itu merupakan burung jenis psittaculirostris desmarestii atau burung Nuri Ara Besar," katanya.
Berdasarkan hasil tes PCR Avian Influenza (PCR-AI) oleh Balai Veteriner Lampung, burung-burung itu dinyatakan terinveksi flu burung, sehingga diputuskan untuk dilakukan pemusnahan.
"Hal itu untuk menghindari penyebaran virus dan mengantisipasi dampak ke manusia," katanya.
Adapun satwa tersebut di antaranya; Ayam Mambruk Viktoria, Katsuri Kepala Hitam, Kakatua Raja, Soa Payung, Nuri Hitam, Kasturi Ternate, Kakatua Maluku, dan lainnya.
"Habitat sawa ini di Indonesia bagian timur. Seperti Jayapura, Biak, Asmat, Nabire, Mimika, Maluku, pesisir Papua Barat hingga Semenanjung Onin," katanya.
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Rahmat Sihotang, mengatakan upaya penyelundupan satwa dilindungi tersebut terjadi pada 7 September 2021 lalu. Saat itu petugas mencurigai sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan di Palembang.
Saat diperiksa, terdapat banyak hewan yang dikurung dalam kerangkeng besi. Tapi tidak ada pemilik kendaraanya," katanya.
Menurtnya, tim masih terus melakukan proses penyelidikan untuk dapat segera mengungkap kasus penyelundupan satwa dilindungi ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan hal ini merupakan bagian dari sindikat. (aab)
