BPBD Sumsel: Sedimentasi Sungai Jadi Penyebab Banjir di Palembang
ยทwaktu baca 2 menit

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) menyampaikan banyaknya sedimentasi di anak-anak sungai yang mengakibatkan banjir dan genangan air melanda di Palembang setelah diguyur hujan dengan curah yang lebat mencapai 70,4 mm.
"Selain curah hujan yang tinggi, daya tampung anak-anak sungai yang ada juga karena adanya sedimentasi," kata, Kepala BPBD Provinsi Sumsel Iriansyah, Jumat (9/12/2022)
Iriansyah menjelaskan, akibat sedimentasi di anak-anak sungai maka banyak lumpur, sampah dan juga pasang surut sungai. Sedangkan rawa untuk serapan banyak tidak berfungsi.
"Maka langkah yang dilakukan memberikan pertolongan, tanggap darurat pada saat banjir dengan mengevaluasi dan menolong korban bersama tim gabungan," ungkapnya
Kemudian, yang harusnya dilakukan seperti memperbanyak kolam-kolam retensi untuk penampungan air. Lalu aturan Perda tidak boleh menimbun rawa rawa resapan, dijalankan dengan baik.
"Normalisasi anak - anak sungai yang tidak berfungsi lagi. Gerakan gotong royong bersama membersihkan lingkungan dan mengajak masyarakat jaga alam dan alam akan menjaga kita," ungkapnya
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori menambahkan, intensitasnya hujan semalam cukup tinggi.
"Akibatnya melampaui kapasitas drainase dan air meluap ke jalan atau pemukiman. Untuk itu diimbau agar masyarakat membersihkan atau membebaskan saluran air dari hambatan," katanya
Masih kata Ansori, dengan membersihkan atau membebaskan saluran air dari hambatan diharapkan air dapat mengalir dengan cepat. Kondisi air sudah surut, namun di beberapa lokasi masih ada genangan air.
"Untuk tindakannya dilakukan bersama stakeholder seperti BBWS, yang sudah mengoperasikan pompa. Nantinya kalau butuh bantuan transportasi seperti perahu karet kita siap membantu," ungkapnya
