Dari Stunting hingga Anti-Narkoba, PMII Sumsel Puji Netta Indian
·waktu baca 2 menit

Gaya kepemimpinan Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, kembali mendapat sorotan positif. Kali ini apresiasi datang dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Selatan (Sumsel), yang menilai Netta sebagai sosok pemimpin muda dengan visi sosial kuat dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
Ketua PKC PMII Sumsel, Syaidina Ali, mengatakan bahwa dalam waktu relatif singkat, delapan bulan sejak dilantik, Netta berhasil menunjukkan kinerja nyata di berbagai sektor, terutama dalam bidang pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat.
“Dalam kurun waktu delapan bulan menjabat, Ibu Netta Indian telah memperlihatkan kinerja yang patut diapresiasi. Salah satunya dalam penanganan stunting, di mana Banyuasin berhasil meraih penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terbaik dalam Percepatan Penurunan Stunting pada ajang Pentaloka Nasional dan ADINKES Award 2025,” ujar Syaidina, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, penghargaan itu bukan sekadar simbol, melainkan bukti komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperhatikan kualitas hidup masyarakat dari level paling dasar.
“Keberhasilan itu menunjukkan arah kepemimpinan yang berorientasi pada manusia, bukan hanya infrastruktur,” tambahnya.
Selain di bidang kesehatan, PMII Sumsel juga mengapresiasi langkah Netta Indian yang aktif mengkampanyekan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN dan PN) di kalangan pelajar dan remaja. Program edukatif itu dinilai sebagai upaya strategis membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.
“Langkah Ibu Netta mengedukasi anak-anak sekolah tentang bahaya narkoba menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi Banyuasin. Pemimpin seperti ini yang kita butuhkan — dekat dengan rakyat, tapi punya pandangan jauh ke depan,” kata Ali.
Lebih jauh, Syaidina menilai Netta Indian sebagai figur pejabat publik yang responsif dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Beliau tidak segan turun langsung ke lapangan. Kalau ada persoalan warga, beliau tanggapi cepat. Gaya kepemimpinan seperti ini membuat masyarakat merasa didengar,” ujarnya.
Apresiasi dari organisasi mahasiswa seperti PMII ini menjadi bentuk pengakuan bahwa kiprah pemimpin daerah tidak hanya dinilai dari kebijakan formal, tetapi juga dari kedekatan dan empatinya terhadap masyarakat.
Dalam konteks Banyuasin, nama Netta Indian kini mulai menonjol sebagai representasi pemimpin perempuan muda Sumsel yang tak hanya aktif di ruang birokrasi, tapi juga terlibat langsung dalam pembangunan sosial di akar rumput.
