Desa Jadi Garda Terdepan Targetkan Sumsel Bebas Rabies 2028
·waktu baca 2 menit

Pemprov Sumsel memasang target ambisius agar wilayahmya bebas rabies dalam tiga tahun ke depan atau pada 2028. Langkah ini dilakukan untuk menghapus penularan rabies dari hewan ke manusia yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
Pejabat Otoritas Veteriner Sumsel, Jafrizal, menjelaskan desa akan menjadi kunci utama dalam strategi pencegahan. Dengan melibatkan kader rabies desa, gerakan bebas rabies diharapkan bisa menjangkau hingga pelosok daerah.
“Strategi solutif dimulai dari desa. Kader rabies desa menjadi ujung tombak perubahan, memastikan cakupan vaksinasi meluas dan tidak ada kasus yang terlewat,” jelas Jafrizal, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, anjing liar merupakan salah satu penyebar rabies yang populasinya banyak ditemukan di desa. Interaksi antara manusia dengan hewan ini berpotensi tinggi menularkan rabies.
Untuk itu, Pemprov Sumsel menerapkan metode Catch, Neuter, Vaccinate, Release (CNVR) sebagai pendekatan humanis.
“Anjing ditangkap, disterilkan, divaksin, lalu dilepas kembali di lingkungan terkendali. Prinsipnya, tanpa menyakiti,” tegasnya.
Jafrizal menekankan, program bebas rabies tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Peternakan. Rabies adalah persoalan kompleks yang menyangkut kesehatan, sosial, hingga keamanan masyarakat.
“Anjing tidak mengenal batas administrasi. Mereka bisa berpindah desa, kabupaten, bahkan provinsi. Karena itu, pengendalian harus dilakukan serentak dengan melibatkan semua pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga sektor pendidikan,” tambahnya.
Selain itu, Pemprov Sumsel juga mengoptimalkan sistem surveilans aktif berbasis digital. Masyarakat kini dapat melaporkan kasus gigitan hewan melalui WhatsApp atau SMS gateway.
“Dengan sistem pelaporan cepat, setiap kasus gigitan bisa langsung ditangani. Respons cepat menjadi kunci agar tidak ada kasus rabies yang terabaikan,” kata Jafrizal.
Dengan strategi desa sebagai pilar utama, pendekatan humanis terhadap anjing liar, serta dukungan teknologi digital, Pemprov Sumsel optimistis target bebas rabies 2028 dapat tercapai.
“Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama seluruh masyarakat Sumsel,” pungkasnya.
