Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dosen UNSRI Bantah Kirim Chat Mesum ke Sejumlah Mahasiswinya

Urban Idverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kampus Universitas Sriwijaya. (foto: Ary Priyanto/Urban Id)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kampus Universitas Sriwijaya. (foto: Ary Priyanto/Urban Id)

Rektorat Universitas Sriwijaya (UNSRI) masih terus mendalami dugaan kasus pelecehan verbal yang dilakukan oleh seorang dosen Fakultas Ekonomi berisial R.

Seperti diketahui, dosen R sebelumnya turut dilaporkan ke Polda Sumsel oleh 3 orang mahasiswinya berinisial F, C, dan D. Mereka mengaku mendapatkan chat mesum dari WhatsApp dan Instagram oleh dosen tersebut.

Wakil Rektor 1 Unsri, Prof Zainuddin Nawawi, mengatakan saat tim internal UNSRI terus menyelidiki dan mengumpulkan bukti yang akurat terkait kasus tersebut.

"Jadi bukannya kami menutupi, tapi jika semuanya sudah lengkap dan data sudah akurat, kami akan mengundang dan menjelaskan ke rekan-rekan media. Yang benar katakan benar, yang salah ya katakan salah," kata Zainuddin, Selasa (7/12).

kumparan post embed

Menurutnya, rektorat juga sudah mendatangkan tim pemeriksa dari Jakarta untuk mencari fakta kebenaran kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Akan tetapi, dosen R tetap membantah dan tidak mau mengakui perbuatannya.

"Kemarin sudah diperiksa sama tim dari Jakarta. Itu pun (dosen R) membantah dan tidak mengakui jika sudah melakukan pelecehan verbal," katanya.

Meski begitu, bila ternyata yang dikatakan R nantinya terbukti salah maka yang bersangkutan akan menerima sanksi dua kali. Sebab, R telah memberikan keterangan palsu.

Sementara terkait dosen FKIP berinisial A yang saat ini telah ditahan di Mapolda Sumsel, Zainuddin mengaku rektorat tidak ikut campur atas persoalan hukum yang sedang berlangsung.

"Silakan dipertanggungjawabkan, karena sudah masuk ke ranah hukum. Kalau sikap UNSRI seperti itu," katanya.