Gubernur Sumsel Sebut Solar Subsidi Bukan untuk Mobil Mewah dan Dinas
·waktu baca 2 menit

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan solar subsidi harus diberikan hanya kepada penerima manfaat yang benar-benar berhak, yaitu kendaraan umum berplat kuning dan angkutan niaga. Ia mengingatkan keras agar kendaraan mewah maupun kendaraan dinas yang memodifikasi plat tidak lagi mengambil jatah subsidi yang seharusnya ditujukan kepada masyarakat kecil.
“Solar subsidi itu diperuntukkan untuk kendaraan umum, kendaraan plat kuning, niaga. Bukan untuk kendaraan mewah,” tegas Herman Deru, Jumat (21/11/2025).
Ia meminta praktik seperti itu dihentikan karena merugikan masyarakat berpenghasilan rendah dan menciptakan kepadatan antrean di SPBU.
“Jangan seperti plat merah yang sering mengisi subsidi dengan mengganti plat hitam. Berhentilah. Mobil mewah tidak usah mengambil subsidi, kasihan yang berhak,” ujarnya.
Ia kembali menekankan kendaraan pribadi tidak akan kekurangan pasokan solar karena tersedia pilihan solar non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
“Bukan solar ditutup, tapi diprioritaskan untuk mobil niaga. Kendaraan pribadi ada Dexlite dan Pertamina Dex,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan kuota solar subsidi untuk Sumsel tidak dikurangi. Bahkan ia telah mengajukan permintaan agar alokasi ditingkatkan dua kali lipat kepada SKK Migas.
“Saya minta dua kali lipat, dari realisasi 600 kiloliter per tahun menjadi 1,2 juta. Tapi mereka tetap perlu melihat proporsinya,” katanya.
