Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gubernur Sumsel Sesalkan Penyebaran Video Mesum Eks Pegawai Bank

Urban Idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi video mesum di Palembang (Foto: abp/Urban Id)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi video mesum di Palembang (Foto: abp/Urban Id)

Viralnya video porno berdurasi 19 detik yang diduga diperankan oleh perempuan eks pegawai bank daerah di Sumsel turut mendapat perhatian Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Menurutnya, sosok wanita yang berperan dalam video tersebut telah resign dari Bank Sumsel Babel. “Bukan lagi, memang dia (wanita) itu sudah diberhentikan,” kata Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung, Selasa (27/8).

Herman Deru menyesalkan tindakan pelaku di video tersebut merekam video mesum tersebut sehingga saat ini telah menjadi konsumsi publik. “Kenapa juga mereka telanjang-telanjang itu direkam, sekarang malah jadi dilihat semua orang,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Bank Sumsel Babel, Faisol Sinin, mengaku mengetahui adanya penyebaran video tersebut. Akan tetapi, menurutnya, pemeran perempunan dalam video itu tidak lagi tercatat sebagai pegawai di bank tersebut. "Yang bersangkutan sudah lama resign, sekitar satu bulan lalu karena masalah attitude. Bahkan sebelum video tersebut beredar luas," kata Faisol saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Faisol mengatakan, DF sebelumnya memang sempat tercatat sebagai karyawan kontrak yang menjabat marketing officer. Akan tetapi, ia sudah mengundurkan diri sebelum menyelesaikan masa kontraknya yang memiliki jangka waktu enam bulan.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, sejauh ini memang belum ada laporan resmi masuk ke polisi terkait penyebaran video mesum yang sempat viral di Palembang tersebut. "Anggota di Ditreskrimsus akan melakukan pengecekan terhadap kebenaran video tersebut. Seperti apakah memang di Palembang atau bukan," kata Supriadi.

Menurut Supriadi, penelusuran juga dilakukan untuk mengetahui maksud dari penyebar video itu, apakah memang disengaja atau tidak. Akan tetapi, Supriadi menduga video ini adalah data pribadi yang menyebar ke kalangan masyaraat Palembang. "Saya rasa ini sebenarnya merupakan konsumsi pribadi yang kemudian 'bocor' ke masyarakat," katanya. (bo)

embed from external kumparan