Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gubernur Sumsel Telusuri Banyaknya Kasus Keracunan Program MBG

Urban Idverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui di Griya Agung Palembang. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumsel Herman Deru saat ditemui di Griya Agung Palembang. Foto : Abdullah Toriq/Urban Id

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) di sejumlah sekolah. Salah satu fokus penelusuran adalah sistem dapur yang digunakan dalam pengolahan makanan tersebut.

Menurut Herman Deru, setiap ada laporan keracunan MBG, ia selalu terlebih dahulu mengecek kebenarannya melalui Dinas Kesehatan. Termasuk memastikan apakah kejadian itu terjadi di satu titik saja atau di banyak titik.

“Pertanyaannya, kalau hanya satu titik sementara dapurnya melayani beberapa sekolah, kok bisa terjadi? Saya masih menunggu jawaban dari Dinas Kesehatan,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Herman Deru menambahkan, ada kemungkinan dapur MBG hanya memiliki satu izin resmi, namun dalam praktiknya pengolahan makanan dilakukan oleh vendor. Kondisi inilah yang kini tengah ditelusuri pemerintah untuk memastikan tidak ada celah dalam proses distribusi maupun pengolahan.

“Apakah dapur ini atas nama secara izin satu, tetapi yang masak itu vendor? Ini yang masih saya tunggu jawabannya dari Dinas Kesehatan, seperti di kasus OKI,” tegasnya.

Sebelumnya keracunan makanan bergizi gratis (MBG) sudah terjadi empat kali di Sumsel di antaranya, Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba).