Kumparan Logo
Konten Media Partner

Hamil Ditinggal Kekasih, Wanita di Muba Buang Bayinya di Toilet

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku pembuangan bayi di Sungai Lilin saat menjalani perawatan usai melahirkan. Foto : Dok. Polsek Sungai Lilin
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku pembuangan bayi di Sungai Lilin saat menjalani perawatan usai melahirkan. Foto : Dok. Polsek Sungai Lilin

Kasus penemuan bayi perempuan dalam kantong kresek di belakang Ruko Kenzo, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Sumsel akhirnya menemukan titik terang. Di balik tragedi yang menghebohkan publik tersebut, tersimpan kisah kelam seorang ibu muda yang terhimpit rasa malu, ketakutan, dan penolakan dari kekasihnya.

Sosok ibu bayi itu terungkap kurang dari satu hari setelah penemuan berlangsung. DO (20), pekerja karaoke yang sehari-hari bekerja di bangunan ruko tersebut, akhirnya mengakui bahwa bayi itu adalah darah dagingnya sendiri.

Kapolsek Sungai Lilin, AKP Jon Kenedi, mengungkapkan bahwa DO menutupi kehamilannya selama berbulan-bulan. Rekan kerja tidak pernah mencurigai perubahan fisiknya. DO bekerja seperti biasa sambil menyembunyikan kenyataan bahwa ia sedang mengandung.

“Motif sementara, pelaku merasa malu karena hamil tanpa suami, sementara kekasihnya sudah beristri dan tidak mau bertanggung jawab,” terang Jon Kenedi.

Penolakan dari pasangan membuat DO menghadapi kehamilan itu seorang diri, tanpa dukungan keluarga ataupun rekan kerja. Tekanan sosial dan ketakutan terhadap stigma membuatnya memilih jalan yang keliru.

Bayi perempuan yang ditemukan di belakang ruko Sungai Lilin. Foto Dok. Polres Muba

Senin pagi (17/11/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, DO mengalami kontraksi hebat saat bekerja. Tanpa bantuan siapa pun, ia melahirkan bayi itu di toilet lantai bawah ruko. Dalam kondisi panik dan ketakutan, ia memotong tali pusar bayi menggunakan gunting yang tersedia di toilet.

Sebelum melahirkan, DO ternyata telah mempersiapkan dua kantong plastik—hitam dan hijau—serta kain putih, menunjukkan ia sudah berada dalam tekanan mental dan kebingungan jauh sebelum persalinan itu terjadi.

Setelah membungkus bayinya, DO meletakkannya di tumpukan kayu di belakang ruko, kemudian kembali ke dalam untuk membersihkan darah dan menenangkan diri seakan tak terjadi apa-apa.

Bayi Mengalami Hipotermia, Ditemukan Berkat Suara Rintihan

Aksi DO hampir saja berujung fatal. Sang bayi ditemukan dalam kondisi lemah dan pucat. Sahak, pekerja pengangkut pasir yang mendengar rintihan, sempat mengira suara itu berasal dari anak anjing.

“Pas saya buka kreseknya, saya langsung kaget. Bayinya hidup, tapi pucat,” kata dia.

Di RSUD Sungai Lilin, bayi dinyatakan mengalami hipotermia berat. Napasnya lemah dan tidak teratur, bahkan masih terhubung dengan tali pusar serta plasenta. Tim medis langsung mengevakuasi bayi ke ruang NICU untuk perawatan intensif.

Meski DO mengaku tidak menyakiti bayinya, polisi menemukan sejumlah luka kecil di punggung bayi. Penyebabnya masih diselidiki.

Barang bukti seperti pakaian persalinan, gunting, kantong kresek hingga sampel darah sudah diamankan. DO sendiri kini masih dirawat sambil menunggu pemeriksaan lanjutan.

“Pelaku akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” tegas Jon.