Imbas Tower SUTET di Musi Banyuasin Roboh: Warga Sulit Air Bersih

Peristiwa robohnya lima tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Dusun Talang Banjar, Desa Lumpatan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, membuat listrik di sebagian wilayah kabupaten tersebut padam.
Tidak hanya itu, ribuan warga juga jadi kesulitan air bersih, sebab mesin dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Betuah tak bisa beroperasi. Kini, warga mengandalkan air dari sungai untuk memenuhi kegiatan sehari-hari.
Direktur Utama PDAM Tirta Betuah, Firdaus, mengatakan hampir seluruh pelanggan terdampak akibat turunnya tegangan listrik di wilayah Musi Banyuasin. Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN guna instalasi genset di dua unit pengolahan PDAM, yakni di Kayuara dan Sekayu.
"Ada sekitar 2.400 pelanggan kita yang terhenti mendapatkan suplai air bersih akibat musibah ini. Namun, InsyaAllah instalasi genset dapat selesai dan segera mengoperasionalkan mesin sehingga air bersih kembali bisa disalurkan," ujar Firdaus.
Selain itu, kata dia, untuk memenuhi objek vital, PDAM telah mengerahkan sejumlah mobil tangki untuk menyediakan air. Seperti kantor-kantor pelayanan publik dan sebagainya.
Kepala Desa Lumpatan, Abdul Fatah, mengatakan peristiwa robohnya tower SUTET milik PLN tersebut murni akibat musibah puting beliung yang melanda Desa Lumpatan pada Senin sore (8/7). Hal ini sekaligus menampik rumor warga sekitar yang mengatakan banyaknya pencurian material tower.
"Kita sudah menerjunkan tim untuk melihat kondisi di lokasi. Saya bisa pastikan penyebabnya karena bencana alam. Alhamdulillah tidak ada korban atas peristiwa ini karena lokasinya berada di persawahan," jelasnya, Selasa (9/7).
Fatah menerangkan, tak hanya tower SUTET milik PLN saja, puting beliung tersebut juga membuat sejumlah bangunan milik warga di desa hancur. Salah satunya, atap Balai Desa Lumpatan.
"Informasi yang kami terima, pihak PLN akan membangun tower darurat dan memindahkan sejumlah material tower yang roboh," katanya.
Sementara itu, Camat Sekayu, Marko Susanto, mengatakan lokasi robohnya tower SUTET milik PLN tersebut berada di persawahan milik warga. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari permukiman.
"Kami sudah mengamankan lokasi dibantu dengan aparat kepolisian. Warga juga sudah diminta untuk tidak beraktivitas di sawah sementara waktu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi," katanya.
Menurut Marko, pihaknya sudah melihat langsung sejumlah tower yang roboh tersebut. Sejumlah besi penyangga tower memang sudah berkarat dan rapuh sehingga wajar jika roboh diterjang puting beliung.
"Kami juga sudah menempatkan tim untuk piket menjaga area tersebut hingga semua perbaikan selesai dilakukan PLN," katanya.
Ditemui terpisah, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu, Bakri, mengatakan akan meminimalisir dampak pemadaman. Pihaknya sudah menyediakan genset di sejumlah objek vital.
"Penyediaan genset ini sebagai upaya recovery daerah terdampak," katanya.
Bakri menambahkan, jalur transmisi tegangan tinggi berbeda dengan jaringan tegangan menengah atau tegangan rendah. Jalur transmisi sering kali melintasi daerah-daerah yang cukup jauh dari jalur transportasi.
"Biasanya jalur transmisi ini melewati hutan, perkebunan, rawa-rawa, dan persawahan, sehingga tingkat kesulitannya lebih tinggi. Mudah-mudahan tower yang roboh kondisinya tidak terlalu parah, sehingga proses perbaikannya dapat dilakukan secara cepat," katanya. (jrs)
