Kumparan Logo
Konten Media Partner

IPB-Kemlu Dorong Kolaborasi Internasional Lewat Kopi dan Kakao

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para peserta saat mengunjungi kebun Kakao. Foto : Dok. CTSS IPB
zoom-in-whitePerbesar
Para peserta saat mengunjungi kebun Kakao. Foto : Dok. CTSS IPB

Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyelenggarakan program 'Capacity Building for Like-Minded Countries: Sustainable Coffee and Cacao'. Salah satu kegiatan dalam program ini adalah kunjungan ke kebun kakao di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, dan kebun kopi di Talang Padang, Tanggamus, Provinsi Lampung.

Kunjungan ini bertujuan mengenalkan sistem agroforestri serta pengelolaan pertanian berkelanjutan yang diterapkan oleh petani lokal. Delegasi diajak mengunjungi kebun kakao yang dikelola oleh mitra binaan PT Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengungkapkan rasa bangganya atas dipilihnya Lampung Timur sebagai lokasi kunjungan. Ia berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih luas di masa depan.

Head of Cocoa Sustainability Olam Indonesia, Imam Suharto, menjelaskan bahwa para peserta diperkenalkan pada konsep agroforestri, teknik interkroping, serta metode sambung pucuk dan sambung samping pada tanaman kakao.

"Kami juga mengajak peserta untuk menanam kakao di kebun petani. Harapannya, kegiatan ini memberikan kesan positif tentang potensi perkebunan kakao Indonesia, khususnya di Lampung Timur," ujarnya.

Delegasi juga mengunjungi kebun kopi di Talang Padang, Tanggamus, di mana salah satu petani, Edison, berbagi pengalamannya menerapkan pendekatan ramah lingkungan dalam budidaya kopi.

"Sudah lebih dari 10 tahun saya tidak menggunakan bahan kimia. Kami juga mengembangkan interkroping dengan tanaman seperti lada, gamal, pala, dan cengkeh," jelasnya.

Kunjungan dilanjutkan ke Koperasi Usaha Bersama (KUB) Bintang Jaya, yang menjadi pemasok kopi untuk PT Nestlé Indonesia. Koperasi ini membawahi lebih dari 4.000 petani dari 193 kelompok tani. Delegasi belajar tentang proses pengumpulan dan penilaian kualitas biji kopi, serta sistem sertifikasi untuk menjamin keberlanjutan produk.

Program ini diakhiri dengan panen kopi di kebun Edufarm milik PT Nestlé Indonesia. Salah satu delegasi dari Pantai Gading, Yao Kouman Adingra, berbagi kesannya.

"Memetik kopi mengingatkan saya pada masa kecil ketika membantu orang tua di kebun. Saya berharap petani di negara kita semakin sejahtera, karena pekerjaan ini sangat menantang," katanya.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kemensetneg, Noviyanti, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan tentang pertanian berkelanjutan, tetapi juga memperkuat jejaring internasional dan membuka peluang kerja sama global di sektor pertanian rakyat.

"Kami berharap program ini menjadi wadah untuk bertukar pengalaman dalam mengelola kopi dan kakao secara berkelanjutan," tutupnya.