Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kades di OKI Dikeroyok Gara-gara Ingin Selesaikan Masalah Warganya

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock

Niat seorang kepala desa untuk membela warganya justru berujung tragis. Komaruddin, Kepala Desa (Kades) Cahaya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami luka parah setelah diduga dikeroyok oleh sekelompok orang yang disebut berasal dari pihak keamanan perusahaan sawit.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/10/2025) sore. Saat ini, Komaruddin masih terbaring lemah di Rumah Sakit Hermina Palembang. Ia dirawat bersama kakaknya, Zainal Abidin, yang juga menjadi korban penganiayaan.

“Dada saya masih sakit, kalau batuk keluar darah. Sekarang masih dirawat di RS Hermina,” ujar Komaruddin lirih, Rabu (22/10/2025).

Menurut Komaruddin, kejadian bermula ketika ia menerima laporan bahwa salah satu warganya ditangkap dan diduga dipukuli oleh petugas keamanan perusahaan karena dituduh mencuri sawit. Tanpa pikir panjang, ia segera menuju lokasi seorang diri untuk memastikan kabar tersebut.

Namun di tengah perjalanan di area Blok 08 kebun sawit, ia justru berpapasan dengan rombongan besar pihak keamanan. Sebagian dari mereka bersenjata laras panjang.

“Saya tanya dengan sopan, di mana warga saya yang ditangkap. Tapi jawaban mereka tidak jelas. Begitu saya bilang saya kepala desa, tiba-tiba langsung diserang,” katanya.

Pukulan demi pukulan mendarat ke tubuhnya. Saat itu, kakaknya, Zainal Abidin, yang menyusul dari belakang, terkejut melihat sang adik dikeroyok. Ia sempat merekam kejadian dengan ponsel sebagai bukti, namun malah ikut dianiaya.

“Handphone kakak saya dirampas, kami berdua lalu dipaksa masuk ke mobil perusahaan. Di dalam mobil pun kami masih dipukuli,” ujar Komaruddin.

Penyiksaan berlanjut hingga keduanya tiba di kantor perusahaan. Baru setelah manajer dan pihak kepolisian datang, situasi sedikit mereda. Mereka akhirnya dievakuasi oleh anggota Polsek Lempuing untuk mendapat perawatan medis di Kayuagung, sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang.

Meski masih dalam kondisi lemah, Komaruddin mengaku telah diarahkan untuk membuat laporan ke Kodam II/Sriwijaya.

“Sudah disarankan untuk lapor ke Kodam, tapi saya belum tahu perkembangannya karena masih dirawat,” ujarnya.