Kumparan Logo
Konten Media Partner

Keamanan Pengunjung BKB Palembang Jadi Tanggung Jawab OPD Terkait

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebagian warga yang tengah di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). Foto: abp/ Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Sebagian warga yang tengah di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). Foto: abp/ Urban Id

Revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB) tidak hanya soal mempercantik wajah ikon wisata Palembang. Dalam peninjauan langsung ke lokasi pembangunan, Wali Kota Ratu Dewa mengeluarkan instruksi keras yang menjadi sorotan: setiap oknum yang merugikan pengunjung di kawasan BKB akan ditindak tegas, bahkan diwajibkan memberikan ganti rugi sepuluh kali lipat.

Menurut Ratu Dewa, sikap tegas tersebut diperlukan karena kawasan BKB selama ini kerap diwarnai praktik pungutan liar, aksi oknum penjual nakal, hingga perilaku yang mengganggu kenyamanan wisatawan. Revitalisasi fisik, kata Dewa, harus berjalan beriring dengan pembenahan perilaku dan pengawasan ketat.

“Kita tak hanya bicara estetika. Keamanan dan kenyamanan warga adalah prioritas. Bila masih ada oknum merugikan masyarakat, Kepala Dinas yang bertanggung jawab wajib ganti rugi sepuluh kali lipat,” tegasnya, Senin (17/11/2025).

Tahap pertama revitalisasi difokuskan untuk membuka ruang baru yang lebih tertib dan bebas kerumunan liar. Area coneblock lama, pagar, hingga kolam yang selama ini dianggap tidak optimal bagi alur wisata dibongkar. Pengerjaan plaza utama, pagar besi baru, dan perbaikan utilitas tengah diselesaikan untuk membentuk fondasi yang lebih kokoh dan teratur.

“Tahap awal ini kita pastikan fondasi kawasan benar-benar kuat agar ke depan tidak ada lagi titik rawan yang menimbulkan potensi bahaya atau gangguan,” ujarnya.

Setelah struktur dasar rampung, tahap berikutnya berfokus pada memperkaya pengalaman visual dan rekreasi masyarakat. Pemasangan lampu artistik, street furniture, perbaikan ruang hijau, hingga air mancur atraktif akan menjadikan BKB lebih modern dan layak menjadi ruang publik aktif, terutama pada malam hari.

Dirinya mengatakan, wajah baru BKB nantinya bukan hanya untuk bersantai. Kawasan ini dirancang menjadi ruang interaksi publik yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan ekonomi kreatif.

“BKB harus jadi magnet baru, tempat orang olahraga, nongkrong, makan kuliner Palembang, bahkan ruang pertunjukan seni. Semuanya harus berjalan rapi dan tertib,” tegasnya.