Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kelebihan dan Kekurangan 3 Jenis Atap Rumah

Urban Idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi atap pelana. (foto: Dok. Bigstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi atap pelana. (foto: Dok. Bigstock)

Memilih jenis atap saat membangun sebuah rumah menjadi salah satu hal utama yang harus diperhitungkan. Sebab, selain berfungsi sebagai pelindung, atap juga berperan dalam menentukan tampilan gaya rumah.

Berikut ini Praktisi Properti, Novrizal Handoko, akan membahas kelebihan dan kekurangan beberapa jenis atap rumah yang belakangan banyak dipilih masyarakat.

1. Atap Pelana

Sebelumnya atap jenis ini dianggap kurang mewah. Namun seiring perkembangan tren dan adanya inovasi arsitektural akhir-akhir ini jenis atap pelana kembali menjadi pilihan utama.

Jika selama ini atap dengan bentuk pelana kuda sesuai penamaannya banyak ditemui di perkampungan. Tapi jenis atap ini menjadi pilihan di perumahan-perumahan elite disesuaikan dengan tren arsitekturnya.

Kelebihan

  • Material strukturnya hemat

  • Mudah dan hemat dalam pengerjaan

  • Mudah mengalirkan air hujan

  • Menyediakan banyak ruang antara atap dan plafon sehingga banyak udara kosong dan panas tertahan pada sirkulasi udara yang tersedia.

Kekurangan

  • Rentan terhadap tenaga angin sehingga harus direncanakan pengunci yang kuat terhadap dinding.

  • Karena atap dengan bidang yang lebar maka langsung terkena hujan dan panas, diperlukan cat khusus pada pertemuan dinding dan atap.

2. Atap Perisai

Kelebihan

  • Lebih stabil terhadap pergerakan gaya luar termasuk angin.

  • Memberikan nilai estetika yang tinggi.

Kekurangan

  • Rawan bocor karena banyak sudutan pertemuan persegi atap.

  • Rumit dan memakai material lebih banyak sehingga lebih mahal.

3. Atap Datar

Atap ini dibuat dari beton cor. Meski dinamakan atap datar, tetapi atap ini tetap mempunyai kemiringan yang minim untuk mengalirkan air.

Kelebihan

  • Rumah terlihat lebih modern dan elegan

  • Hemat untuk pembangunan awal

  • Lebih mudah dikerjakan

  • Bangunan atasnya dapat dimanfaatkan lagi baik untuk penthouse dan lainnya.

Kekurangan

  • Biaya perawatan tinggi.

  • Rentan terhadap genangan dan lumut.

Selain 3 jenis itu, ada juga model atap jengki, joglo, gudang, yang masih merupakan turunan dari ketiga jenis atap di atas.

Novrizal Handoko

Bagi yang berkeinginan konsultasi seputar properti, Anda dapat mengirimkan pertanyaan ke redaksi Urban Id melalui email urbanid2018@gmail.com.