Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kopi Liberika Lahat Tembus Pasar Malaysia

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kopi Liberika asal Kabupaten Lahat dan Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel),akan di eskpor ke Malasyia. Foto : Dok Karantina Pertanian Sumsel.
zoom-in-whitePerbesar
Kopi Liberika asal Kabupaten Lahat dan Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel),akan di eskpor ke Malasyia. Foto : Dok Karantina Pertanian Sumsel.

Aroma khas kopi Liberika asal Kabupaten Lahat dan Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), kini resmi menembus pasar internasional. Sebanyak 18,5 ton biji kopi Liberika diberangkatkan menuju Malaysia setelah melalui proses karantina dan sertifikasi ekspor.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi daerah penghasil kopi di Sumsel untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi sebagai produsen komoditas unggulan dunia.

Kepala Karantina Pertanian Sumsel, Sri Endah Ekandari, menjelaskan bahwa seluruh biji kopi yang dikirim telah lolos uji fisik dan laboratorium untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan.

“Sertifikat ekspor yang kami keluarkan menjadi bukti bahwa kopi asal Sumsel aman, sehat, dan memenuhi kriteria pasar global,” ujar Sri, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sistem sertifikasi yang kredibel sebagai fondasi keberhasilan ekspor. Selain menjaga kualitas, pendampingan dari Karantina juga membantu pelaku usaha agar proses ekspor berjalan efisien dan sesuai ketentuan internasional.

“Kami berkomitmen mengawal pelaku ekspor lokal agar semakin percaya diri bersaing di pasar dunia. Sinergi antara petani, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci daya saing produk perkebunan kita,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyambut gembira pencapaian tersebut. Ia menilai ekspor kopi Liberika bukan hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga menjadi bukti bahwa hasil kebun masyarakat mampu bersaing di tingkat global.

“Ekspor ini membawa kebanggaan tersendiri bagi petani Lahat. Kopi kita mulai dikenal dan punya tempat di pasar dunia. Ini awal yang baik untuk mendorong kesejahteraan petani,” ucapnya.

Biji kopi Liberika yang diekspor kali ini sebagian besar berasal dari wilayah Jarai, Kikim, Tanjung Sirih, dan Semendo, yang dikenal memiliki cita rasa khas dan karakter kuat. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah serta peningkatan kualitas produksi, kopi Sumsel diproyeksikan akan terus memperluas sayapnya ke berbagai negara tujuan ekspor.