Kronologi Kasus Bayi Dibekap Paksa agar Berhenti Menangis

Konten Media Partner
6 Juli 2021 15:39
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kronologi Kasus Bayi Dibekap Paksa agar Berhenti Menangis (58298)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi. (foto: Shutterstock)
ADVERTISEMENT
Bayi perempuan 6 bulan berinisial AMC, di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, menjadi korban peganiayaan kedua orang tua angkatnya. Video aksi kekerasan tersebut pun viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Orang tua angkat korban yakni RA (30 tahun) dan istrinya AS (25 tahun). Keduanya pun saat ini sudah diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Banyuasin.
Berikut kronologi kasus bayi dibekap paksa agar berhenti menangis:
Kamis, 1 Juli 2021
Pukul 18.20 WIB - Korban tiba-tiba rewel dan menangis, lalu pelaku AR menggendongnya dan diajak ke luar rumah agar tidak menangis.
Pukul 18.30 WIB - Korban dibawa masuk ke rumah dan diletakkan di atas tempat tidur. Namun, korban tetap menangis meskipun sudah diberi susu.
Pukul 18.50 WIB - Pelaku AR membekap mulut korban menggunakan tangannya. Lalu bayi itu dipindahkan ke matras di lantai di dekat tempat tidur, tetapi korban tetap menangis.
Pukul 19.00 WIB - Melihat korban yang terus menangis pelaku AS kemudian kembali membekap paksa mulut korban hingga membuatnya diam lalu tertidur.
ADVERTISEMENT
Sabtu, 3 Juli 2021
Pukul 20.00 WIB - Setelah video penganiayaan itu viral di media sosial, korban diamankan dan menginap di rumah Kades Marga Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.
Pukul 20.30 WIB - Korban dibawa berobat ke bidan oleh Kades Marga Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.
Minggu, 4 Juli 2021
Pukul 11.00 WIB - Korban dirawat dan dititipkan kepada Sdr. Misnawati (saudara pelaku) yang beralamat di Sungsang II, Lorong Dalak, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.
Senin, 5 Juli 2021
Pukul 22.00 WIB - Pelaku AR (suami) diamankan polisi di Jalan Kolonel H. Burlian, Palembang.
Pukul 23.00 WIB - Pelaku AS (istri) diamankan polisi di Jalan Lebong Siarang, Palembang.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020