Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kronologi Sopir Taksi Online di Palembang Tewas Dibegal Penumpangnya

Urban Idverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korban saat dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang. (foto: istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Korban saat dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang. (foto: istimewa)

Ruslan Sani (43 tahun), seorang sopir taksi online Go-Car di Palembang, tewas usai menjadi korban pembegalan oleh dua orang penumpangnya sendiri yakni Sulaiman (37 tahun) dan Abib Samudra alias Iwan (36 tahun), saat melintas di kawasan Kerlurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, tercatat sebagai warga Sematang Borang Komplek RSC, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang, ini berhenti di kawasan Komplek Perum Griya Asri, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Palembang.

kumparan post embed

Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat itu, korban hendak mengantarkan kedua pelaku dari Jalan Kolonet Atmo menuju Komplek Perum Griya Asri, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Palembang.

"Leher korban dijerat dengan tali tambang juga ditusuk menggunakan senjata tajam oleh kedua pelaku berulang kali hingga korban meninggal dunia," katanya.

Berikut rangkuman kronologi aksi pembegalan terhadap sopir taksi online di Palembang ini:

Sabtu (28/12)

Pukul 21.30 WIB

Korban yang mengendarai kendaraan Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi BG 1442 RP, mendapat pesanan dari kedua pelaku dan menjemputnya di Simpang Jalan Kolonel Atmo untuk diantarkan ke Komplek Perum Griya Asri, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Palembang.

Pukul 22.00 WIB

Korban dibunuh dengan cara leher dijerat dengan tali tambang dan tubuhnya ditusuk menggunakan senjata tajam berulang kali oleh kedua pelaku. Kemudian, pelaku mencoba membuang jasad korban di jembatan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, akan tetapi aksi tersebuut diketahui oleh warga sekitar.

Pukul 23.00 WIB

Warga yang beramai-ramai ke lokasi berhasil mengepung pelaku yang mencoba kabur menggunakan kendaraan milik korban. Salah seorang pelaku atas nama Sulaiman berhasil diamankan dan sempat diamuk massa.

Sementara pelaku Abib Samudra alias Iwan mencoba kabur dengan terjun ke sungai dan bersembunyi di rawa-rawa. Korban pun dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang.

Pukul 23. 50 WIB

Petugas gabungan dari Polrestabes Palembang tiba di lokasi untuk membantu personel dari Polsek Gandus, dalam menenangkan massa dan mengamankan salah seorang pelaku dari amukan massa.

Senin (29/12)

Pukul 00.05 WIB

Petugas kepolisian melakukan pencarian satu pelaku lainnya yang masih bersembunyi di rawa-rawa sungai, serta meminta massa untuk tidak melepari pelaku dengan batu. Selain itu petugas juga mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri.

Pukul 00.50 WIB

Petugas kepolisian berhasil membujuk pelaku untuk keluar dari persembunyiaanya di rawa-rawa sungai dan menyerahkan diri. Petugas juga menjamin keselamatan pelaku dari amukan massa.

Pukul 01.02 WIB

Pelaku kedua berhasil ditangkap petugas dan mengamankan keduanya di Polsek Gandus. Namun, atas petimbangan situasi dengan ramainya massa yang terus berdatangan diputuskan agar kedua pelaku dievakuasi ke Mapolrestabes Palembang.

Pukul 01.18 WIB

Kedua pelaku dievakuasi menggunakan kendaraan rantis AVC dan dikawal personel dari Sat Brimob Polda Sumsel, untuk selanjutnya dibawa ke Mapolrestabes Palembang. (jrs)

Ilustrasi pembunuhan. Foto: pixabay

kumparan post embed