Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mangjaki Sebut Krisis Iklim Berimbas ke Kehidupan Nelayan

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koordinator Komunitas Mangjaki, Dinar Try Akbar, saat mengunjungi anak-anak yang tinggal di pesisir/ist.
zoom-in-whitePerbesar
Koordinator Komunitas Mangjaki, Dinar Try Akbar, saat mengunjungi anak-anak yang tinggal di pesisir/ist.

Komunitas Mangrove Jaga Kita (Mangjaki) menyoroti kehidupan nelayan di pesisir Sei Sembilang, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), yang terdampak krisis iklim secara langung. Hal tersebut mereka lakukan dengan menggarap film dokumenter mengenai kehidupan masyarakat serta pandangannya tentang pentingnya mangrove bagi kehidupan di pesisir.

Komunitas Mangjaki merupakan komunitas sukarelawan yang bergerak dalam edukasi mangrove dan wilayah pesisir. Mangjaki saat ini bergerak perlahan melalui konten media sosial dan terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat pesisir.

Koordinator Komunitas Mangjaki, Dinar Try Akbar, menjelaskan bahwa terbentuknya komunitas ini adalah buah hasil dari pembelajaran selama 2 tahun di wilayah pesisir yang menjadi tempat vegetasi alami ekosistem mangrove.

"Kami menyaksikan bagaimana mangrove di pesisir timur Banyuasin, Sumsel mengalami alih fungsi serta hampir memenuhi unsur perampasan ruang pesisir," katanya.

Kemudian, Dinar menambahkan, salah satu projek yang telah digarap oleh Mangjaki ialah pembuatan film dokumenter yang menyoroti kehidupan nelayan pesisir di Sei Sembilang, Banyuasin, Sumsel. Penggarapan ini telah sampai pada tahap wawancara beberapa aktor dan akan dilanjutkan dengan menelusuri lebih jauh kehidupan sosio-ekologi wilayah tersebut.

"Untuk saat ini sudah sampai tahap wawancara dengan beberapa aktor. Ke depannya kami akan menelusuri lagi tentang sosio-ekologi wilayah tersebut," jelas Dinar.

Kemudian, saat ditanyai perihal wilayah, Dinar menerangkan bahwa Sei Sembilang merupakan taman nasional yang terkenal dengan burung migran. Namun, tidak banyak orang yang melihat komunitas nelayan yang terdampak langsung dengan perubahan iklim.

"Makanya kita coba untuk memotret bagaimana pandangan mereka terhadap ekosistem mangrove selama ini yang di mana mereka hidup berdampingan dengan itu," terangnya.

Saat ini, Mangjaki telah bersosialisasi dengan mahasiswa, salah satunya Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang.