Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mengenal Besemah, Suku di Pagar Alam Tinggal di Kaki Gunung Dempo

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan Semah Khas Kota Pagar Alam/Anyelir
zoom-in-whitePerbesar
Ikan Semah Khas Kota Pagar Alam/Anyelir

Kota Pagar Alam terletak di wilayah lereng kaki Gunung Dempo Sumatera Selatan. Seperti kota lainnya, kota ini memiliki suku yang menjadi asal muasal jargon mereka, yaitu Besemah.

Bersih, Sejuk, Aman dan Ramah Tamah (Besemah) memiliki arti yang cukup menggambarkan keadaan Kota Pagar Alam. Namun, tidak hanya sekadar singkatan, Besemah juga memiliki arti lain.

Ikan Semah

Ikan semah dahulunya sering ditemui di Sungai Lematang, Selangis dan Kerinci. Ikan ini hidup di air mengalir yang jernih dan mempunyai bebatuan besar. Namun, saat ini ikan semah telah mendekati angka kepunahan yang diakibatkan oleh penangkapan secara massal. Ikan semah juga identik dengan asal muasal Suku Besemah.

Dahulu kala di sepanjang aliran sungai terdapat satu permukiman. Di sungai tersebut terdapat banyak ikan semah yang ditemukan oleh nenek moyang mereka. Maka dari itu, nenek moyang mereka menamai suku tersebut dengan nama "besemah," awalan kata "be" yang berarti "ada" menjadi arti yaitu wilayah yang terdapat ikan semah.

Nenek moyang Suku Besemah yaitu konon katanya bernama Ratu Atung Bungsu. Istilah Ratu bukanlah perempuan, namun Ratu merupakan kata lain dari Raja pada bahasanya zaman itu.

Kerajaan Majapahit dan Putri Raja Palembang

Versi lain menceritakan mengenai asal dari suku besemah ini. Konon, dahulu ada seorang wali dari salah satu anggota Kerajaan Majapahit, Ia pergi ke Palembang lalu menikah dengan Putri dari seorang Raja Palembang.

Salah satu keturunan mereka diberi nama Atung Bungsu yang pada suatu ketika berlayar ke sungai lematang dan sampai di sungai yang belum diketahui namanya. Di sana ia melihat ikan semah berkumpul, sehingga dinamai dengan Suku Besemah

Salah Satu Mata Air di Kota Pagar Alam/Anyelir

Kerajaan Jagad Besemah

Wilayah sekitar aliran sungai ini diduga menjadi kerajaan yang dinamai Jagad Besemah. Kerajaan ini diyakini ada setelah berakhirnya Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-6 masehi. Puncak kekuasaannya pada abad ke 15 hingga 17.

Konon, akhir dari kerajaan ini ketika dikuasai oleh Ratu kesepuluh. Tapi, banyak ahli berpendapat bahwa kerajaan Jagad Besemah bukanlah runtuh tapi ikut bergabung dengan Kerajaan Palembang pada saat itu.

Begitulah asal usul suku besemah yang jarang orang ketahui.