Kumparan Logo
Konten Media Partner

Misi Karhutla Ditutup, BPBD Sumsel Kini Fokus Siaga Bencana Musim Hujan

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir kepung Kota Palembang, Sabtu (25/12/2023) Foto: abp/Urban Id
zoom-in-whitePerbesar
Banjir kepung Kota Palembang, Sabtu (25/12/2023) Foto: abp/Urban Id

Operasi udara pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) resmi memasuki babak akhir. Pada Rabu (5/11/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menuntaskan misi terakhir helikopter water bombing (WB) dan helikopter patroli yang selama ini menjadi garda udara dalam memadamkan api di Bumi Sriwijaya.

Penghentian misi ini dilakukan setelah curah hujan mulai meningkat dan titik panas mengalami penurunan signifikan di wilayah Sumsel. Selama masa penanganan, provinsi ini didukung tujuh helikopter WB serta dua helikopter patroli dari pemerintah pusat.

“Hari ini menjadi misi terakhir helikopter WB,” ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman. Ia menyebut, keputusan penghentian operasi mengikuti arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, hingga BMKG, seiring peralihan musim kering ke musim hujan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa status kewaspadaan tetap berlaku. Titik panas masih muncul secara sporadis, terutama di wilayah peralihan cuaca. “Masih ada hotspot, tapi bisa diatasi. Curah hujan turut membantu tim di lapangan,” jelasnya.

Helikopter dipastikan akan ditarik secara bertahap sembari menunggu instruksi lanjutan dari BNPB. Pergeseran fokus kini diarahkan pada penguatan pemantauan darat dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

BNPB sebelumnya mengingatkan bahwa ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir, terlebih dengan potensi kembali munculnya siklus El Niño pada akhir 2026 hingga 2027. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, meminta publik tetap waspada dan adaptif terhadap dinamika iklim.

“Cuaca bisa berubah cepat. Masyarakat perlu selalu memperhatikan kondisi hujan, angin kencang, atau potensi cuaca ekstrem lainnya,” katanya.