Kumparan Logo
Konten Media Partner

Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla: 5,6 Ton Garam Ditebar di Langit Sumsel

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim BNPB bersama BPBD Sumsel melakukan persiapan melakukan OMC di Sumsel. Foto : Dok. BPBD Sumsel
zoom-in-whitePerbesar
Tim BNPB bersama BPBD Sumsel melakukan persiapan melakukan OMC di Sumsel. Foto : Dok. BPBD Sumsel

Pemprov Sumsel terus menggencarkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selama lima hari, dari 13 hingga 17 Juli 2025, sebanyak 5,6 ton garam (NaCl) disemai di langit Sumsel melalui tujuh kali sorti pesawat.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan yang masih tersedia untuk menciptakan curah hujan buatan, terutama di tengah musim kemarau.

“Selama 5 hari OMC, garam yang disemai mencapai 5,6 ton. Penyemaian dilakukan dalam tujuh sortie dengan target awan di wilayah rawan karhutla,” ujar Sudirman, Jumat (18/7/2025).

OMC difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki lahan gambut luas seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Kedua wilayah ini dianggap sebagai titik paling rentan terhadap kebakaran lahan di musim kering.

“Lokasi penyemaian dipilih secara strategis, terutama di lahan gambut yang perlu dijaga kelembabannya, namun tetap memperhatikan ketersediaan awan hujan,” tambahnya.

Selain OKI dan Banyuasin, wilayah lain seperti Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI juga menjadi perhatian khusus dalam upaya antisipasi dini terhadap karhutla.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana menegaskan bahwa OMC merupakan langkah preventif yang sangat penting agar lahan gambut tetap dalam kondisi basah.

“OMC ini penting untuk menambah curah hujan selama musim kemarau. Tujuannya adalah mencegah terulangnya karhutla besar seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” jelas Iqbal.

Selain operasi hujan buatan, pihaknya juga telah mengajukan bantuan empat unit helikopter. Tiga di antaranya disiapkan untuk operasi pemadaman udara (water bombing), dan satu untuk patroli rutin.

“Kita juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena sebagian besar karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia,” tegasnya.