Muba Gelar Sekolah Tatap Muka Perdana SD dan SMP
·waktu baca 3 menit

Sekolah di Musi Banyuasin (Muba) menggelar aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas badi SD dan SMP sederajat. Bupati Muba, Dodi Reza Alex meninjau langsung pelaksanaan belajar ini yakni di SMP Negeri 1 Sekayu dan SD Negeri 3 Sekayu.
“Dari pantauan kami, sekolah sudah menerapkan ketentuan sesuai yang dianjurkan. Siswa menggunakan masker, sudah ada tempat cuci tangan dan setiap siswa belajar dengan menjaga jarak,” kata Dodi, Senin (23/8).
Dodi bilang, upaya ini sebagai simbol hasil dari perjuangan selama ini untuk mengupayakan PTM terbatas dan kini sudah dimulai. Pelaksanaan ini dilakukan setelah kriteria dan syarat yang telah ditetapkan bersama dipenuhi oleh sekolah.
"Hari ini kita lihat langsung, bagaimana anak-anak SD dan SMP dengan semangatnya bisa belajar di sekolah dan tentu dengan segala upaya telah dilakukan pihak sekolah dan harapan semua orang tua telah direalisasikan," katanya.
Dodi menyampaikan, setelah satu bulan berjalan akan dievaluasi pelaksanaan tersebut, kemungkinan jam belajar ditambah kemudian frekuensi atau ada hal-hal yang menjadi pelajaran untuk memperbaiki kondisi kedepan.
“Pemerintah berharap bobot pembelajaran secara fisik di sekolah ini bisa lebih besar dibandingkan sekolah daring, dengan syarat jangan sampai kasus-kasus timbul dari pembelajaran di sekolah ini,” katanya.
Dodi mengatakan bagi siswa yang tidak boleh mengikuti proses KBM secara tatap muka, mereka tetap mendapatkan pelajaran yang sama yakni semua materi yang diberikan oleh guru ke siswa di sekolah akan dikirimkan langsung ke siswa via online.
“Siswa tidak akan ketinggalan materi pelajaran meski tidak bisa ikut pembelajaran langsung, sebab pihak sekolah setiap hari mengirimkan materi pelajaran ke siswa yang bersangkutan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba, Musni Wijaya SSos MSi, pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan dengan peserta didiknya dibagi, ada yang hadir langsung kesekolah, ada juga yang sekolah secara daring, dan sekolah PTM hanya berlangsung 2 jam, ada yang jam 07:30 - 09:30 dan 10:30 - 12 : 30.
Sekolah tingkat SD dibagi, yakni Senin dan Selasa kelas 5 dan 6, Rabu dan Kamis kelas 3 dan 4, Jum'at dan Sabtu kelas 1 dan 2. Sementara untuk tingkat SMP hari Senin dan Selasa kelas IX, Rabu dan Kamis kelas VIII, dan Jumat dan Sabtu Kelas VII.
“Kalau nanti dari hasil evaluasi berjalan dengan bagus, protokol kesehatan baik, tidak ada terjadi kasus yang terpapar COVID-19 dari PTM terbatas ini maka akan kita beri reward, kita tingkatkan sekolah tatap muka,” katanya.
Rencananya tingkat SMP Kelas IX dan 50 persen kelas VIII pada hari Senin-Rabu, Kelas VII dan 50 persen kelas VIII pada hari Kamis - Sabtu. Sementara tingkat SD hari Senin - Rabu kelas 4, 5 dan 6, hari Kamis - Sabtu kelas 1, 2 dan 3.
Bupati Muba melakukan peninjauan didampingi Wakil Ketua DPRD Muba H Rabik SH, Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT, Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIk MSi, Kajari Muba diwakili oleh Kasi Intel Abu Nawas SH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musni Wijaya SSos MSi serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS.
