Mulai Awal 2026, Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel Ditarget Selesai 4 Tahun
·waktu baca 2 menit

Pemerintah pusat akhirnya memberi lampu hijau bagi pembangunan Pelabuhan Baru Tanjung Carat di Sumatera Selatan (Sumsel). Proyek strategis nasional ini disebut akan menjadi jawaban atas kendala logistik yang selama ini membebani pelaku industri dan ekspor di Bumi Sriwijaya.
Keputusan tersebut mengemuka dalam pertemuan pembahasan Nota Kesepahaman (MoU) serta serah terima lahan antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, dan Pemerintah Provinsi Sumsel, Jumat (31/10/2025) di Palembang.
Pembangunan pelabuhan dijadwalkan dimulai awal 2026 dengan seremoni peletakan batu pertama. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menargetkan konstruksi selesai dalam 3–4 tahun.
“Insyaallah sebelum 2029 pelabuhan sudah beroperasi,” ujarnya.
Selama ini, sebagian besar hasil sumber daya alam Sumsel — seperti batu bara, karet, hingga kopi — harus dikirim melalui pelabuhan di Lampung akibat minimnya akses pelabuhan laut dalam di daerah sendiri. Kondisi ini membuat biaya logistik melonjak, sekaligus menambah waktu distribusi.
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa pembangunan Tanjung Carat adalah langkah strategis mengakhiri ketergantungan tersebut.
“Sumsel ini punya komoditas lengkap, tapi logistik belum memadai. Akibatnya sebagian ekspor masih lewat Lampung. Dengan pelabuhan ini, distribusi bisa jauh lebih efisien,” jelasnya.
Pelabuhan Tanjung Carat akan dibangun di atas lahan 5.590 hektare dan dibiayai investor. Pemerintah menargetkannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hilirisasi pertama di Sumatera bagian selatan, untuk memperkuat nilai tambah komoditas lokal.
Dudy menekankan bahwa proyek ini tidak boleh berhenti di seremoni groundbreaking.
“Kita sudah punya timeline jelas. Groundbreaking awal 2026, dan pembangunan harus berjalan konsisten,” tegasnya.
Dengan beroperasinya Tanjung Carat, Sumsel diharapkan tidak hanya menghemat biaya logistik, tetapi juga meningkatkan daya saing industri dan ekspor.
“Ini langkah bersejarah. Pemerintah hadir untuk memaksimalkan potensi Sumsel,” kata Dudy.
