Kumparan Logo
Konten Media Partner

Nil Maizar Evaluasi Permainan Sumsel United Usai Kalah dari PSMS Medan

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Sumsel United saat melakukan sesi latihan di di Lapangan Panahan, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Foto : Media Officer Sumsel United
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Sumsel United saat melakukan sesi latihan di di Lapangan Panahan, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Foto : Media Officer Sumsel United

Kekalahan Sumsel United saat menghadapi PSMS Medan di laga terakhir menjadi bahan evaluasi serius tim pelatih. Kepala Pelatih Nil Maizar menilai, faktor pengambilan keputusan pemain di lapangan menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki.

Menurut pria asal Sumatera Barat itu, sejumlah momen penting justru terbuang karena keraguan pemain dalam menentukan pilihan. Hal ini berdampak langsung pada pola permainan dan momentum tim.

“Bola yang seharusnya dipassing ke depan, malah tidak dilakukan. Ada juga yang seharusnya dibuang ke area lawan, tapi akhirnya ditahan terlalu lama. Situasi seperti itu membuat ritme permainan terganggu,” jelas Nil Maizar usai sesi latihan di Lapangan Panahan, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (1/10/2025).

Ia menegaskan, kelemahan dalam aspek decision making tersebut terlihat baik ketika bertahan maupun menyerang. Oleh karena itu, latihan beberapa hari ke depan akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas keputusan para pemain di lapangan.

“Semua keputusan, baik saat attacking maupun defending, harus cepat dan tepat. Itu yang terus kita benahi agar tim tampil lebih berkualitas,” ujarnya.

Pada latihan pagi, skuad Sumsel United diberikan materi khusus untuk memperbaiki kesalahan yang muncul saat melawan PSMS. Nil Maizar optimistis, dengan evaluasi terarah, performa tim akan semakin solid di pertandingan berikutnya.

Terkait kondisi mental pemain pasca kekalahan, eks pelatih Dewa United itu menegaskan tidak ada masalah berarti.

“Kalau sedih, wajar. Tapi secara mental mereka tetap kuat. Pemain sudah terbiasa dengan situasi menang, kalah, atau imbang. Justru dari pengalaman itu mereka akan lebih matang,” tegasnya.