Pejabat Pemprov Sumsel Beri Klarifikasi soal Promosi Investasi Bodong FEC

Konten Media Partner
15 September 2023 17:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Disbudpar Sumsel dan Mentor Kehormatan FEC, Aufa Syahrizal, Foto : Istimewa
ADVERTISEMENT
Pejabat Pemprov Sumsel yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel), Aufa Syahrizal akhirnya memberikan klarifikasi terkait namanya yang diduga terlibat dalam kasus investasi bodong Future E-Commerce atau FEC karena memiliki jabatan sebagai mentor kehormatan.
ADVERTISEMENT
Aufa menjelaskan, jabatan mentor kehormatan bukan perwakilan dari perusahaan FEC melainkan suatu penghargaan atas prestasi kerja seorang member karena telah berhasil mengajak orang untuk bergabung masuk berinvestasi.
Tahapan Jadi Mentor Kehormatan
Ada beberapa tahapan yang dilalui Aufa agar menjadi mentor kehormatan yakni mulai dari mentor magang dengan mengajak tujuh orang dengan tambahan bonus Rp 300 ribu per minggu selama satu bulan.
Selanjutnya, mentor perantara dengan syarat dapat mengajak lebih 20 orang dengan tambahan bonus Rp 1 juta per minggu dan kalau ada 50 orang lebih maka prestasi akan naik hingga menjadi mentor kehormatan.
"Tapi tidak dari itu saja, bisa kita rekrut juga mengajak yang lain atau mengembangkan diri juga bisa jadi mentor magang dan begitu juga dengan kita naik level juga," katanya.
ADVERTISEMENT
Seminar Nasional Diadakan di Palembang
Pada awal Agustus 2023, perusahaan FEC ingin mengumpulkan para mentor dari magang sampai kehormatan dari berbagai daerah di Indonesia dengan mengadakan seminar nasional.
Ada tiga daerah yang direncanakan menjadi seminar nasional itu yakni Jakarta, Bandung dan Surabaya. Dengan adanya seminar itu, Aufa pun mengambil kesempatan menawarkan Palembang untuk menjadi tuan rumah seminar nasional FEC.
"Naluri kepariwisataan saya muncul. Kalau seminar nasional akan banyak datang orang dari berbagai daerah. Maka saya spontan menyampaikan kalau tiga daerah tadi tidak sanggup maka Palembang siap," kata dia.
Palembang pun dipilih menjadi tuan rumah seminar nasional. Namun Aufa mengaku pembiayaan kegiatan seminar nasional murni dari perusahaan FEC dan dirinya sebagai ketua panitia hanya menyiapkan tenaga saja.
ADVERTISEMENT
"Ada diskusi lagi dan ada pendapat-pendapat peserta di zoom meeting menyetujui diadakan di Palembang. Dalam diskusi saya tanya lagi, kalau seminar di Palembang yang biayai siapa? dan disebutkan semua biaya ditanggung perusahaan dan kita hanya menyiapkan tenaga saja," kata dia.
Sebanyak 700 orang menghadiri seminar yang ada diselenggarakan di hotel Aryaduta Palembang. Aufa menyebutkan beberapa mentor kehormatan juga ikut memeriahkan kegiatan itu.
"Seminar itu dihadiri para mentor-mentor, ada pak Surya dari Lombok, ada pak Jalil dari Cirebon dan lain-lain. Berbagai cerita dan kebahagiaan dengan orang-orang yang sudah sukses. Dampaknya hotel di beberapa lokasi penuh misal Aryaduta, Excelton, Boston, Swarna Dwipa, Batiqa dan lain-lain. Artinya seminar ini berdampak pada peningkatan ekonomi di Palembang, "kata dia.
ADVERTISEMENT
Seminar pun usai, para anggota yang mengikuti FEC merasa ditipu karena investasi yang dijanjikan itu tidak pernah dinikmati. Bahkan anggota melaporkan kejadian ini ke Polda Sumsel.
"Kabarnya mereka sudah cek mendatangi kantor di Jakarta namun tidak mendapatkan penjelasan karena kantor tutup, " kata dia.
Menurut Aufa uang anggota yang di investasi dapat dikembalikan dengan catatan OJK dan PAKI dapat membuka blokir FEC.
"Saat ini permasalahan nya karena belum dapat izin OJK saja, jadi dibekukan OJK/PAKI, " kata dia.