Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang: Awal Berniat Lukai Suami Korban

Konten Media Partner
17 April 2024 20:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono saat menunjukkan pelaku dan barang bukti, foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono saat menunjukkan pelaku dan barang bukti, foto : Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono menyampaikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB I Palembang bukan merupakan target utama.
ADVERTISEMENT
Harryo menyebutkan tersangka yang bernama Suganda alias Nanda (31) warga Kecamatan Kemuning, Palembang tidak berniat untuk membunuh ibu dan anak tersebut melainkan ingin melukai suami korban yang bernama Anung Kurniawan.
"Bermula ketika tersangka mendatangi rumah korban dengan menumpang ojek online (ojol). Ketika itu korban telah membawa pisau dari rumah kosannya untuk melukai suami korban, " kata dia.
Pelaku yang merupakan merupakan karyawan suami korban Anung Kurniawan memiliki dendam selama bekerja selalu dipermainkan apalagi ketika menerima gaji atau upah dari bekerja sebagai buruh tanaman hias.
“Saat tiba di lokasi tersangka bertemu dengan istri korban bernama Wasila dan terjadi satu pembicaraan, bahkan sempat memanas hingga terjadi percekcokan yang mengawali proses pembunuhan itu,” kata dia.
ADVERTISEMENT
“Tersangka pun tersinggung dan melukai korban dengan pisau yang dibawanya. Korban langsung melarikan diri masuk ke dalam rumah dan berlindung di balik pintu. Sempat terjadi dorong mendorong, namun tidak terbuka,” tambah Harryo.
Merasa belum puas, tambah Harryo, pelaku mengambil blencong atau pengki dari halaman depan rumah dan masuk melalui pintu belakang mengejar korban Wasila.
“Seketika kondisi yang sangat lemah, korban yang sudah terluka dieksekusi oleh Suganda. Belum puas dengan aksi tersebut, Suganda yang melihat anak korban FA menghubungi orang tua laki-lakinya yaitu Anung, sehingga situasi memanas dan kekacauan. Suganda menyerang FA dengan menggunakan blencong yang dibawanya,” tutur Harryo.
Tak sampai di situ, Harryo menuturkan tersangka pun turun ke bawah dan kembali mengeksekusi korban Wasila lantaran masih bernyawa hingga tewas.
ADVERTISEMENT
Bahkan tersangka juga menghabisi nyawa anak perempuannya berinisial FA yang sempat menghubungi Anung. Dengan menggunakan pisau dapur yang terdapat di rumah tersebut tersangka menusukkan ke tubuh anak itu.
“Kemudian, melihat kondisi tubuh Wasila yang belum juga mengembuskan napas, akhirnya yang terakhir melakukan eksekusi hingga gagang blencong yang dibawanya patah. Itulah tindakan terakhir tersangka saat proses pembunuhan terjadi,” kata dia.
Suami korban pun datang dan mengetuk pintu rumah. Namun tersangka menutup pintu dan pada akhirnya Anung mencoba mendobrak pintu. Namun, dikarenakan melihat masih ada putranya berusia 7 tahun ada di dalam, meminta untuk dibukakan pintu yang notabenenya masih ada tersangka bersembunyi di salah satu ruangan rumah.
"Ketika Anung Kurniawan meminta bantuan kepada tetangga sekitar, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang dan menyeberang lewat rawa-rawa serta membuang barang bukti pakaian bernoda darah serta handphone miliknya, " kata dia.
ADVERTISEMENT
Namun saat melarikan diri, pelaku menemukan satu rumah dan pakaian kemeja dan celana milik pekerja bangunan, untuk mengganti baju yang telah dibuangnya.
"Ini kita dalami apakah bagian dari perencanaan menyiapkan kemeja dan celana di rumah tersebut guna menyempurnakan motif pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Suganda,” kata dia.