Pemprov Dukung Pengembangan Budidaya Ikan Mas Koki di Sumsel
·waktu baca 2 menit

Sriwijaya Goldfish Competition 2022 diresmikan di Atrium OPI Mall Palembang, Sabtu (26/2). Berbagai jenis ikan mas koki ada pada kompetisi yang diprakarsai oleh Komunitas Mas Koki Palembang itu.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan kegiatan ini akan menambah wawasan dan edukasi masyarakat terkait cara budidaya ikan mas koki. "Kami mengapresiasi kegiatan ini, tidak hanya hobi namun juga menghasilkan," katanya.
Herman Deru menyebut, dalam budidaya ikan mas koki butuh kedisiplinan dan ketelitian. Meski memang terlihat sederhana, tapi ini butuh ketelitian, kedisiplinan dan kesabaran sehingga bisa berhasil.
“Pada masa pandemi ini, hobi seperti budidaya ikan mas koki memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian kalangan masyarakat,” katanya.
Pada masa pandemi ini, masyarakat lebih banyak bekerja dari rumah. Nah, hobi semacam ini memang cocok untuk mengisi waktu senggang tersebut. Selain itu juga ini dapat menjadi bisnis yang cukup baik.
Dia menuturkan, bisnis ikan mas koki tidak terfokus untuk menjual hasil budidayanya, namun, teknik pengembangannya, pakan, hingga tempat memeliharanya seperti aquarium juga bisa dijadikan bisnis rumahan.
Menurut Gubernur, pengembangan bisnis ini tidak harus baku dengan ikannya. Pakan, aquarium hingga teknik pemeliharaannya juga bisa dijadikan usaha sampingan. “Tentu ini akan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi," katanya.
Apalagi, menurutnya inovasi mengembangkan ikan mas koki saat ini justru dilakukan kaum milenial. "Semoga langkah ini dapat berkontribusi pada ekonomi masyarakat," katanya.
Diketahui, produksi ikan mas koki di Sumsel tahun 2020 mencapai 285.000 ekor. Data tersebut menunjukkan jika masyarakat Sumsel memiliki antusiasme tinggi terhadap ikan mas koki.
