Pemuda di Palembang Ditemukan Tewas, Diduga Korban Tawuran
·waktu baca 2 menit

Viral di media sosial seorang pemuda di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka di Jalan KH Azhari, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan SU II, diduga menjadi korban tawuran, Kamis (1/6).
"Dari penyelidikan kami pemuda tersebut bernama MFF (17) yang berstatus pelajar SMA, " kata Kapolsek Seberang Ulu II Palembang, Kompol Bayu Arya Sakti, Kamis (1/6).
Bayu menyebutkan MFF ditemukan tewas pada pukul 02.30 WIB dan saat itu warga sekitar mendengar ramai suara motor dan teriakan kelompok pemuda. Setelah dilihat, MFF pun ternyata sudah dalam kondisi tewas dengan tubuh penuh luka di bagian punggung akibat senjata tajam.
“Korban saat itu langsung dibawa ke rumah sakit, untuk dilakukan pemeriksaan. Dugaannya korban tawuran antar-geng motor,” kata dia.
Setelah kejadian polisi langsung olah TKP serta mengecek CCTV dan selanjutnya mengumpulkan bukti dan para saksi untuk mencari pelaku tersebut.
“Olah TKP sudah dilakukan sekarang masih diselidiki,” kata dia.
Sementara itu, ibu MFF Yuni mengaku sebelum kejadian korban sempat berpamitan kepada dirinya untuk pergi yasinan di Kawasan Intirub Kalidoni.
"Dia pamit yasinan. Setelah itu pulang langsung pergi lagi katanya main bola, "kata dia.
Saat tengah malam sebelum kejadian, Yuni mengatakan dirinya tidak dapat menghubungi MFF karena handphone anaknya tidak aktif sama sekali.
"Di jam 9 malam itu saya sudah tidak tahu apa-apa lagi. Handphone tidak aktif, terus pagi baru diantar oleh temannya, katanya ada di rumah sakit, " ujarnya.
Namun, Yuni menyebutkan MFF memang sering tidak pulang ke rumah, alasannya tidur di tempat teman.
"Memang sering dia tidak pulang kalau malam. Paginya baru pulang katanya tidur tempat kawan, " ujarnya.
Meski begitu, Yuni telah melihat rekaman video peristiwa yang menimpa anaknya. Menurut dia, sang anak terjatuh dari motor kemudian dibacok oleh para pelaku tanpa ada satu orang pun yang membantu.
"Saya sudah lihat videonya, tidak kuat nontonnya. Soalnya tidak ada yang bantu dia, " ujarnya
Abdullah (51), ayah MFF mengaku, ia awalnya mendapatkan kabar bahwa putranya tersebut mengalami kecelakaan. Kabar itu disampaikan oleh rekan MFF yang ikut pergi bersamanya.
“Temannya yang menghubungi, saya langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Abdullah.
Saat di rumah sakit, Abdullah pun terkejut mendapatkan anaknya telah tewas. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa MFF tewas karena mengalami luka di punggung akibat senjata tajam.
“Dokter bilang ini bukan karena kecelakaan, tapi dianiaya,” ujarnya.
Dengan kejadian tersebut, Abdullah pun membuat laporan di Polrestabes Palembang agar pelaku segera ditangkap.
