Perselisihan Oknum TNI dan Warga di Palembang Berakhir Damai
ยทwaktu baca 2 menit

Aksi dua pria yang mengamuk dan salah satunya menenteng senjata tajam jenis parang saat perlombaan 17 Agustus. Telah diketahui identitasnya yakni sebagai anggota TNI berinisial Pratu Y anggota TNI AU dan Serda RP anggota TNI AD.
Bahkan keduanya sempat dilaporkan oleh warga ke Mapolrestabes Palembang karena perselisihan yang terjadi akibat kesalahpahaman tersebut.
"Sudah berdamai dan membuat surat pernyataan," ungkap Kapendam II Sriwijaya Letkol Inf Rohyat Happy Ariyanto, Sabtu (19/8).
Dalam nota kesepakatan yang ditandatangani pihak terlapor dan pelapor disepakati keputusan untuk berdamai yang tercantum dalam lima butir kesepakatan. Inti kesepakatan tersebut pihak terlapor dan pelapor berjanji tidak akan berseteru kembali dan mencabut seluruh laporan yang ada.
Pelapor pun diminta untuk menghapus video dan tidak lagi memviralkan anggota TNI yang terlibat perselisihan. Perjanjian tersebut juga disaksikan pejabat wilayah setempat seperti Lurah, RT Danramil hingga Kapolsek.
"Permasalahannya hanya kesalahpahaman saja," ujar dia.
Sebelumnya, Pria berbaju loreng yang diduga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) viral menenteng parang mendatangi warga. Dalam narasi yang dituliskan di akun @palembang.bedesau diketahui keributan dipicu oleh pengeras suara yang diputar saat perlombaan berlangsung.
Kejadian tersebut diketahui terjadi di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Budiman, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang.
"Warga sedang menyelenggarakan perlombaan untuk anak-anak. Kejadian saat jam makan siang ketika istirahat dimana ada dua orang yang datang," ungkap Ketua RT 22 Betty.
Betty menerangkan, saat itu tiba-tiba saja terdengar suara kegaduhan pertengkaran. Kedua pria yang datang diketahui terganggu dengan suara musik yang diputar dari pengeras suara.
"Satu pakai baju loreng dan satu baju biasa. Dia bawa parang mendatangi rumah warga bernama Agus," ujar dia.
Keributan tersebut semakin memanas setelah salah seorang pria yang memakai baju loreng dengan parang di tangan menendang speaker milik warga. Guna menghindari keributan semakin memanas, Betty selaku ketua RT setempat menelepon polisi untuk meminta bantuan.
"Saya langsung hubungi polisi karena warga juga emosi dengan tingkah mereka, sekitar pukul 15.00 WIB polisi kemudian datang," jelas dia.
