Pesan PSK Tak Lewat Muncikari, Pemuda di Palembang Didorong dari Lantai 5 Hotel

Konten Media Partner
6 Desember 2022 17:27
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dua pelaku pembunuhan pemuda di parkiran Hotel di Palembang, Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dua pelaku pembunuhan pemuda di parkiran Hotel di Palembang, Foto : Istimewa
Polrestabes Palembang mengungkap kasus pembunuhan terhadap M Nur Fadly (26 tahun), pemuda yang ditemukan tewas bersimbah darah di parkiran Hotel Grand Daira, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib, mengatakan pemuda itu tewas usai didorong dari kamar hotel di lantai 5. Pelakunya yakni Bagas Ramadhani (21 tahun), dan DF (17 tahun), keduanya warga Palembang.
"Kasus pembunuhan ini terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman kamera CCTV," katanya, Selasa (6/12).
Adapun hasil penyelidikan, berawal saat korban memesan teman kencan berinisial SR (16 tahun) melalui aplikasi MiChat. Keduanya pun sepakat kencan di kamar hotel tersebut.
Akan tetapi, hal itu ternyata diketahui oleh Bagas yang merupakan pacar SR sekaligus muncikari. Ia marah karena pacarnya itu menerima tamu tanpa melaluinya terlebih dahulu.
"Karena hal itu, Bagas kemudian mengajak DF untuk mendatangi kamar hotel tersebut," katanya.
Saat di lokasi, Bagas langsung terlibat perkelahian dengan korban. Tapi karena sempat kalah tenaga ia lalu meminta bantuan DF untuk mengeroyok korban. Saat posisi korban sudah di dekat jendela dan kepalanya sudah mengarah ke luar, Bagas mengangkat kaki korban dan langsung mendorongnya hingga terjatuh dari lantai 5 hotel tersebut.
"Akibatnya korban meninggal dunia di area parkiran. Sementara kedua pelaku langsung melarikan diri," katanya.
Setelah melakukan penyelidikan, petugas akhirnya terlebih dahulu menangkap DF di Palembang, selanjutnya Bagas diamankan setelah melarikan diri ke Kabupaten Lahat.
"Dari catatan kepolisian, Bagas juga pernah ditangkap atas kasus prostitusi, dan DF pernah terlibat aksi tawuran," katanya.
Sementara di hadapan petugas kepolisian, Bagas mengakui telah mendorong korban hingga jatuh dari kamar lantai 5 di hotel tersebut.
"Saya kalah tenaga saat berkelahi karena badan korban lebih besar, akhirnya saya minta bantu DF untuk memegangi korban. Saat korban terpojok di jendela saya angkat kakinya hingga terjatuh ke bawah," katanya.
Bagas juga mengatakan telah menjadi muncikari SR yang sekaligus pacarnya itu sejak 3 bulan terakhir. Ia juga mengelola uang yang diterima dari tamu.
"Nah, yamg terakhir ini pesannya tidak lewat saya. Makanya saya marah," katanya.