kumparan
search-gray
News8 Oktober 2019 19:28

Polisi Lakukan Investigasi ke Lokasi Harta Karun Sriwijaya di OKI

Konten Redaksi Urban ID
IMG-20191008-WA0043.jpg
Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputtra bersama jajaran Polres OKI saat meninjau lokasi yang diduga menjadi tempat perburuan harta karun Sriwijaya (foto: Dok. Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra)
Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan melakukan peneluruan ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat perburuan benda bersejarah yang disebut harta karun Sriwijaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
ADVERTISEMENT
Penelusuran tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor OKI, AKBP Donni Eka Syaputra. Namun, pada penelusuran tersebut, polisi tidak menemukan adanya aktivitas perburuan harta karun di lokasi itu.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, mengatakan investigasi yang dilakukan jajaran Polres OKI ke sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat perburuan harta di Kecamatan Tulung Selapan dan Cengal, hasilnya tidak ditemukan aktivitas pencarian benda-benda yang diduga bernilai sejarah.
"Kami tidak menemukan adanya benda-benda bersejarah maupun pemburu harta. Jadi bisa disimpulkan penemuan itu bohong, " katanya, Selasa (8/10).
Saat dilokasi, kata Supriadi, petugas hanya menjumpai beberapa masyarakat yang tengah melakukan pencarian pasir emas, itu pun menggunakan alat seadanya.
"Ada empat orang yang berjumpa dengan petugas saat dilokasi. Informasinya mereka sudah 8 hari berada di lokasi itu, namun belum menemukan apa-apa," katanya.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, guna mestikan tidak adanya kegiatan perburuan benda bersejarah secara ilegal, petugas juga memeriksa barang-barang milik masyarakat yang ada di lokasi tersebut. Petugas juga menyambangi sejumlah warga yang disebut menyimpan barang-barang penemuan yang disebut harta karun Sriwijaya.
Kepala Kepolisian Resor OKI, AKBP Donni Eka Syaputra, mengatakan pihaknya sudah melakukan investigas ke sejumlah lokasi di Cengal dan Tulung Selapan untuk memastikan kondisi keamanan sekaligus mencegah kemungkinan adanya informasi mengenai perburuan secara besar-besaran atas benda bersejarah tersebut.
"Hasil kegiatan kami tidak ada aktivitas perburuan harta secara besar-besaran tersebut. Banyak juga masyarakat yang tertipu atas informasi adanya harta karun di lokasi tersebut," katanya.
Menurutnya, memang ada warga yang dijumpai tengah melakukan pencarian dan menemukan serpihan atau serbuk emas di lokasi. Namun, bentuknya bukan berupa cincin atau perhiasan yang seperti kabar yang beredar di masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Kami imbau kepada masyarakat juga untuk tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum dipastikan kebenaranya serta tidak mendatangi lokasi yang dimaksud," katanya. (jrs)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white