Pria yang Mencuri karena Kelaparan Akhirnya Diantar Pulang Polisi
·waktu baca 2 menit

Kasus yang menyeret Rudi Hartono (30), warga Lahat, berakhir dengan jalan damai setelah pihak pelapor, Lusiyana, memutuskan memaafkan dan tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum. Perdamaian tersebut dituangkan dalam surat pernyataan serta video testimoni sebagai bukti resmi di Mapolres Musi Rawas (Mura).
Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, mengungkapkan pihaknya tetap memberikan perhatian kepada Ridho setelah perkara dinyatakan selesai. Rudi bahkan sempat beristirahat dan diberi makan di Mapolres lantaran tidak memiliki uang.
“Kami biarkan dulu yang bersangkutan itu istirahat, kami kasih makan dulu di kantor. Setelah itu kami tanyakan mau pulang ke Lahat atau ke Lubuklinggau. Dia memilih ke Lahat, jadi kami antarkan ke loket travel, kami kasih uang ongkos pulang,” kata dia, Jumat (26/9/2025).
Agung menyebut, Rudi terkesan tertutup. Namun terkait dugaan adanya gangguan jiwa, pihak kepolisian belum bisa memastikan.
“Itu harus pemeriksaan lebih jelas dari dokter,” tegasnya.
Meski kasus dihentikan karena laporan dicabut, Dirinya memastikan kepolisian tetap memperhatikan sisi kemanusiaan. Pihaknya bahkan tengah mencari alamat Rudi yang di Lahat untuk mengirimkan bantuan.
“Kalau rumahnya memang tidak layak, kami akan bantu. Untuk sementara ini kami kirimkan sembako. Anaknya masih kecil, umur empat tahun,” ujarnya.
Diketahui, Rudi datang ke Mura dengan tujuan berziarah, karena istrinya dimakamkan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Seorang pria bernama Rudi Hartono (30) diamankan warga setelah kedapatan mengambil uang di warung milik Lusiyana di Dusun II, Desa Tanah Priuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Jumat (12/9/2025). Aksi pencurian itu dilakukan saat ia membawa anaknya.
Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, Ryan Tiantoro Putra, membenarkan peristiwa tersebut. Dari tangan pelaku, warga mendapati uang tunai sebesar Rp11 ribu yang diambil dari laci warung.
"Awalnya, pelaku datang bersama anaknya dengan berjalan kaki dan meminta uang kepada pemilik warung untuk ongkos pulang ke Lahat. Korban menolak memberi uang, namun karena iba melihat anaknya yang masih kecil, korban memberi makan dan minum serta mempersilakan keduanya beristirahat di depan warung," kata dia, Jumat (26/9/2025).
