Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten Media Partner
Protes Pengesahan UU TNI, Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Sumsel
25 Maret 2025 16:47 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Palembang menggelar aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan terhadap Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di depan Gedung DPRD Sumsel, Selasa (25/3/2025).
ADVERTISEMENT
Demonstrasi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi ricuh ketika mahasiswa memaksa masuk ke gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Aksi dimulai pukul 13.00 WIB di Simpang Lima DPRD Sumsel, di mana mahasiswa melakukan orasi sambil membakar ban bekas sebagai simbol protes. Kepulan asap hitam dari ban yang terbakar menarik perhatian pengguna jalan dan menambah ketegangan suasana.
Setelah orasi di Simpang Lima, massa bergerak ke depan Gedung DPRD Sumsel. Mereka mencoba menerobos barikade petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk. Upaya ini memicu aksi saling dorong yang membuat beberapa mahasiswa hampir terjatuh dari tangga gedung.
Koordinator aksi, Reihan, dalam orasinya menegaskan bahwa pengesahan RUU TNI dinilai mencederai demokrasi dan proses hukum di Indonesia. Ia menyebutkan, “Pengesahan RUU TNI ini berlangsung cepat dan minim partisipasi publik, ini sangat bertentangan dengan semangat demokrasi yang kami junjung.”
ADVERTISEMENT
Mahasiswa menuntut agar DPRD Sumsel mendengarkan dan menyampaikan keberatan mereka kepada pemerintah pusat. Namun hingga pukul 14.00 WIB, tidak ada perwakilan DPRD yang menemui massa, memicu emosi mahasiswa yang kembali mencoba menerobos masuk ke gedung.
Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Andie Dinialdie, akhirnya menemui massa untuk menenangkan situasi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang menyampaikan aspirasi rakyat.
“Kami memahami dan mendukung perjuangan kalian. Ini adalah amanat reformasi. Kami akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat,” ujar Andie.
Andie juga menawarkan fasilitas bagi mahasiswa yang ingin dihadirkan dalam pembahasan aspirasi mereka di tingkat pusat. Ia berharap mahasiswa tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan provokatif.
Meski mendapat janji dari Ketua DPRD, sebagian mahasiswa tampak masih kecewa karena tuntutan mereka tidak mendapat tanggapan langsung dari anggota dewan lainnya. Salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Kami hanya ingin masuk ke gedung ini, yang dibiayai dari uang rakyat, untuk menyampaikan langsung suara kami.”
ADVERTISEMENT
Aksi demonstrasi ini berakhir dengan mahasiswa perlahan membubarkan diri setelah mendapatkan komitmen dari DPRD untuk membawa aspirasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi.