Kumparan Logo
Konten Media Partner

Puluhan Jendela SMP 46 Palembang Pecah Akibat Vandalisme

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saat pemuda terekam memecahkan jendela di SMPN 46 Palembang. Foto : Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Saat pemuda terekam memecahkan jendela di SMPN 46 Palembang. Foto : Istimewa

Aksi vandalisme kembali meneror SMPN 46 Palembang setelah sekelompok pemuda memecahkan 36 jendela ruang kelas dalam dua serangan terpisah. Insiden terbaru ini terekam kamera CCTV, menunjukkan para pelaku memanjat pagar belakang sekolah sebelum melancarkan aksinya.

“Ini adalah kali kedua kejadian pengerusakan kaca di sekolah kami. Hingga kini, kami belum mengetahui motif di balik aksi tersebut,” ujar Ketua Komite Sekolah, Zaidil Azwari, bersama Penasihat Komite, Fahlevi, Senin (26/5/2025).

Zaidil menjelaskan pengerusakan jendela pertama terjadi pada 28 April 2025, ketika pelaku memecahkan kaca pos keamanan sekolah sebanyak dua sisi. Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat libur panjang. Serangan kedua berlangsung pada 10 Mei 2025 dini hari, sekitar pukul 04.56 WIB.

Dalam aksi kedua, pelaku kembali memasuki sekolah dari pintu belakang dan secara brutal memecahkan 34 jendela ruang kelas. Meski petugas keamanan sempat melihat aksi tersebut, hujan deras menghalangi upaya untuk mendekati para pelaku.

“Total ada 36 kaca yang hancur, termasuk dua kaca di pos keamanan. Padahal, sekolah ini baru saja selesai direnovasi,” ungkap Fahlevi.

Kerusakan ini menimbulkan gangguan pada proses belajar mengajar. Dengan estimasi harga satu kaca sebesar Rp500 ribu, total kerugian mencapai Rp18 juta.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena memengaruhi kenyamanan siswa dalam belajar,” tambahnya.

Dari rekaman CCTV, terlihat para pelaku mengenakan jaket hoodie, namun identitas mereka belum dapat dikenali.

“Kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Zaidil.

Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Kosasih, membenarkan laporan tersebut dan akan melakukan penyelidikan.

“Kami telah menerima laporan dari pihak sekolah dan segera melakukan penyelidikan. Kasus ini akan ditangani oleh tim Satreskrim Polrestabes Palembang,” ungkapnya.