Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten Media Partner
Redam Kenaikan Harga Cabai, Pemrov Sumsel Bakal Gelar Pasar Murah
26 Februari 2025 15:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Menjelang Ramadan, harga cabai burung di Sumsel melonjak drastis, menyentuh angka Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp60.000 per kilogram. Kenaikan ini diduga dipicu oleh tingginya permintaan serta belum masuknya musim panen di wilayah tersebut.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menilai kenaikan harga cabai burung juga dipengaruhi oleh karakteristik cabai yang pedas dan banyak diminati masyarakat.
"Kalau cabai burung mengalami peningkatan harga tinggi mungkin karena cabainya pedas, akhirnya permintaan naik dan harga ikut melonjak," ujar Cik Ujang, Rabu (26/2/2025).
Untuk meredam kenaikan harga bahan pokok, terutama cabai, Pemerintah Provinsi Sumsel berencana menggelar pasar murah di berbagai titik. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Pasti kita adakan pasar murah jika harga di pasar terus mengalami kenaikan," tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menjelaskan bahwa lonjakan harga cabai ini juga disebabkan oleh belum masuknya masa panen di Sumsel. Selain itu, tingginya permintaan menjelang Ramadan semakin mempengaruhi harga cabai, terutama cabai burung.
"Kenaikan cabai memang biasa terjadi jelang Ramadan karena permintaan meningkat. Sementara panen besar baru akan terjadi pada Maret mendatang," kata Ruzuan.
Sebagai upaya jangka panjang, Pemprov Sumsel terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam cabai dan tanaman pangan lainnya.
"Sejak jauh-jauh hari, kami sudah mengajak masyarakat untuk menanam cabai sendiri agar bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan mengurangi ketergantungan pada pasar," jelas Ruzuan.
Selain cabai burung, kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit yang kini mencapai Rp50.000 per kilogram. Dengan berbagai langkah strategis yang disiapkan, Pemprov Sumsel berharap lonjakan harga ini bisa segera teratasi dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang bulan suci Ramadan. A
ADVERTISEMENT