Kumparan Logo
Konten Media Partner

Santri Tewas di Ponpes Gontor, Ibunya Tak Punya Biaya Buat Lapor ke Jatim

Urban Idverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hotman Paris saat mengomentari kasus santri yang meninggal di Ponpes Gontor, Jawa Timur. melalui akun Instagramnya.
zoom-in-whitePerbesar
Hotman Paris saat mengomentari kasus santri yang meninggal di Ponpes Gontor, Jawa Timur. melalui akun Instagramnya.

Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur asal Palembang yang tewas mendapat perhatian dari pengacara kondang Hotman Paris.

Melalui unggahan Instagramnya, @hotmanparisofficial, Senin (5/9), Hotman mengatakan bahwa dirinya melihat langsung foto jenazah sebelum dikebumikan.

“Ibu itu menunjukan foto kain yang membalut anak itu, penuh darah,” kata Hotman.

Hotman bilang, dalam proses membuat laporan ke lokasi setempat di Jawa Timur, ibu itu mengatakan tidak punya biaya.

“Saya menyarankan untuk melapor ke Jatim, namun ibu ini tidak punya biaya,tolong organisasi setempat,” kata Hotman.

Hotman mengatakan, Polda Jatim diharapkan menurunkan tim untuk menyelesaikan kasus ini, ini diduga kasus penganiayaan.

Sementara itu, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor membenarkan adanya dugaan penganiayaan hingga menyebabkan tewasnya santri asal Palembang bernama Albar Mahdi (AM).

Juru bicara Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid, mengatakan berdasarkan temuan tim pengasuh santri memang ditemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum wafat.

"Menyikapi hal ini kami langsung bertindak cepat dengan menghukum mereka yang terlibat," kata Noor dalam keterangan tertulis yang diterima Urban Id, Senin (5/9).

Adapun tindakan tegas dan sanksi yang diberikan yakni mengeluarkan mereka yang terlibat secara permanen dari Ponpes Modern Darussalam Gontor dan langsung mengantarkan mereka kepada orang tuanya masing-masing.

"Pada prinsipnya kami tidak mentoleransi segara aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apapun bentuknya. Termasuk dalam kasus almarhum AM ini," katanya.

Selain itu, Ponpes Modern Darussalam Gontor siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa tersebut.

Ponpes juga masih berusaha intens menjalin komunikasi dengan keluarga AM untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik dan kemaslahatan bersama.

"Kami keluarga besar Ponpes Modern Darussalam Gontor dengan ini memohon maaf sebesar-besarnya atas musibah ini, sekaligus berbelasungkawa kepada keluarga AM," katanya.

Sebelumnya, pada lawatannya ke Palembang, Hotman Paris didatangi seorang ibu bernama Siti Soimah. Sambil menangis ibu itu mengadu ke Hotman Paris.

Ibu itu menceritakan anaknya meninggal saat menuntut ilmu di di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur.

Ibu itu meminta Hotman Paris membantu untuk mengungkap kejanggalan anaknya yang meninggal karena diduga ada unsur kekerasan.

Ibu tersebut mengaku belum melapor ke polisi lantaran takut karena berkaitan dengan lembaga besar. Sehingga ia meminta kepada Hotman Paris membantu pada kasus ini.

Kepada Hotman Paris ibu ini meminta agar dapat mengungkap kejanggalan anaknya yang meninggal dan saat ini anaknya yang meninggal juga belum diotopsi dan sudah dikebumikan.

Ibu itu menyebut, anaknya tidak ada kabar sakit atau hal lain, tiba-tiba saja mendapat kabar meninggal di pondok pesantren tempat menimba ilmu.

Soimah menjelaskan pada 22 Agustus 2022 lalu, pukul 06.45 WIB anaknya bernama AM (17) meninggal dunia. Namun dirinya baru mendapatkan kabar 3 jam setelahnya, tepatnya pada pukul 10.00 WIB. (aab)