Satpam di Palembang Kuras Saldo ATM Milik Majikan, Sisakan Rp 80 Ribu

Konten Media Partner
6 Agustus 2022 20:32
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ahmad Fajri, satpan yang mencuri uang dari ATM milik majikannya di Palembang. (ist)
zoom-in-whitePerbesar
Ahmad Fajri, satpan yang mencuri uang dari ATM milik majikannya di Palembang. (ist)
ADVERTISEMENT
Ahmad Fajri (34 tahun), pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam rumah pribadi di Palembang ini ditangkap polisi usai terbukti menguras saldo di kartu ATM majikannya.
ADVERTISEMENT
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, mengatakan Fajri ditangkap oleh Unit Ranmor usai dilaporkan mencuri uang di rekening milik korban warga Jalan KI Merogan, Perum Permata Hijau, Kecamatan Kertapati, Palembang.
"Aksi pencurian ini terungkap setelah korban bersama istrinya melakukan pengecekan rekeningnya ke bank," katanya, Sabtu (6/8).
Tri bilang, aksi tersebut terjadi saat Fajri yang bekerja sebagai satpam di rumah tersebut. Di mana korban kehilangan kartu ATM miliknya pada Rabu (3/8). Tapi kehilangan itu tidak dilaporkannya ke polisi.
"Esok harinya korban meminta rekening koran ke bank. Saat itu, korban kaget mengetahui saldo di rekeningnya hanya tersisa Rp 80 ribu," katanya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Mengetahui saldo rekening ATM miliknya hilang sekitar Rp 9 juta begitu saja. Korban lalu mendatangi Fajri. Sebab, sebelumnya ia pernah diminta mengambil uang di ATM milik korban dan mengetahui nomor PIN dari kartu itu.
ADVERTISEMENT
"Saat itu, Fajri lalu mengakui perbuatannya. Kartu ATM itu pin disembunyikannya di dekat pos jaga di rumah korban," katanya.
Petugas kepolisian yang mendapatkan laporan langsung bergerak mengamankan Fajri. Di mana hasil pemeriksaan sementara ia juga diketahui terlibat kasus pencurian sepeda motor di sejumlah tempat di Palembang.
"Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, Fajri mengaku memang dirinya yang mengambil uang dari rekening milik majikannya itu. Uang itu lalu digunakannya handphone dan barang-barang lainnya.
"Saya khilaf karena banyak kebutuhan," katanya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020