Konten Media Partner

Satpol PP Dikerahkan Sweeping Pemalak di Setiap Persimpangan Jalan Palembang

26 November 2025 11:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sejumlah Satpol PP DKI Jakarta mengikuti apel HUT Satpol PP ke-75 di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejumlah Satpol PP DKI Jakarta mengikuti apel HUT Satpol PP ke-75 di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Tragedi tewasnya Alkodrin (45), sopir truk asal Lampung yang menjadi korban penusukan oleh pemalak di kawasan Simpang Empat Macan Lindungan, memicu reaksi keras Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, langsung menggelar operasi besar-besaran untuk membersihkan titik-titik rawan pungli dan kriminalitas jalanan.
ADVERTISEMENT
Tanpa menunda waktu, Dewa memerintahkan Satpol PP Palembang melakukan penyisiran di seluruh lampu lalu lintas yang selama ini menjadi lokasi favorit para pemalak berkedok pengamen, pengemis hingga anak punk.
“Sudah saya minta Satpol PP sweeping seluruh tempat yang ada lampu merah di Palembang,” tegas Dewa, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, aksi pemalakan yang berujung maut ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian spontan. Dewa menyebut keamanan ruang publik merupakan prioritas, dan regulasi terkait penertiban anak jalanan serta praktik pungli sudah tersedia namun harus ditegakkan tanpa kompromi.
“Kita sudah ada peraturan daerahnya, peraturan wali kotanya. Implementasinya harus berkoordinasi dengan aparat keamanan,” ujarnya.
Dewa juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melapor jika melihat potensi kejahatan jalanan. Laporan dapat dikirimkan melalui kanal pengaduan resmi Kominfo Palembang maupun akun Instagram pribadinya.
ADVERTISEMENT
“Laporkan apa pun yang terjadi. Semua laporan pasti kami tindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, kesaksian warga memperlihatkan bagaimana situasi berawal dari pemalakan yang memaksa. Husaini, saksi mata, menyebut bahwa para pelaku mendatangi truk korban saat kondisi lalu lintas sedang macet. Mereka meminta uang dengan dalih membeli minuman.
“Korban sempat kasih uang ribuan, tapi mereka menolak. Pelaku tetap memaksa,” kata Husaini.
Ketika lampu lalu lintas berubah hijau dan truk hendak berjalan, para pelaku kembali mengadang. Di momen itulah salah satu dari mereka langsung menusuk Alkodrin.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun luka tusukan terlalu parah. Ia ditemukan bersimbah darah dan dinyatakan meninggal di lokasi.